Anak 10 Tahun Nyaris Terbakar di Lorong P2

0
134
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di lorong samping P2, Senin (11/12). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Si jago merah kembali mengamuk pada Senin (11/12) malam, sekitar pukul 18.20 Wita. Peristiwa kebakaran ini mengagetkan masyarakat sekitar yang baru saja menunaikan salat Magrib. Adalah satu unit rumah semi permanen yang ludes terbakar di RT 01/RW 03, Lorong Planet Palu (P2), Jalan Sisingamangraja, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore.

Terkait kerugian kebakaran, belum dapat ditaksir. Apalagi pemilik rumah tak ada saat peristiwa terjadi. Penyebab kebakaran tersebut diduga karena korsleting listrik.

Menurut saksi mata, Andri, bahwa saat dia keluar dari rumahnya yang hanya bersebelahan terlihat percikan api dari meteran instalasi listrik. Api dengan mudah merambat karena kondisi angin begitu kencang dan rumah didominasi kayu serta tripleks. Warga yang tidak ingin rumahnya terdampak pun langsung segera memanggil armada pemadam kebakaran yang tidak berada jauh dari lokasi.

“Rumah dalam keadaan kosong. Ada anak cewek yang tinggal tapi pergi kerja. Bapaknya lagi di Kalimantan, mereka kontrak di sini,” sebut pria berusia 35 tahun ini kepada Radar Sulteng.

Menurut Andri, pemilik rumah bernama Andro, anak wanitanya yang menetap di rumah ini bernama Anti. Dari pengakuan Andri, ada salah seorang anak berusia sekitar 10 tahun yang berada di dalam rumah saat terjadi kebakaran. Anak tersebut kata Andri, bersembunyi di kamar mandi, dan diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran sesaat tiba di lokasi. Namun, tidak ada yang tahu mengapa anak ini berada di dalam rumah saat itu.

“Anak ini cucu dari pemilik rumah. Saat kita tanya mengapa dia di dalam tidak ingin mengaku, mungkin karena trauma,” jelas Andri yang saat itu berbaju warna hitam.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Palu Barat, Agung menambahkan, meskipun lokasi kebakaran tidak berada jauh dari Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu, namun warga sedikit lambat menginformasikan, apalagi mereka datang ke kantor menggunakan sepeda motor.

“Sudah terbuang beberapa menit saat di perjalanan,” kata Agung yang ditemui di lokasi kejadian.

Agung mengakui, sebanyak lima unit armada diturunkan untuk memadamkan api. Empat unit dari kantor wali kota dan satu unit dari UPT Palu Barat.
Beruntung kata Agung, pasukannya dengan cepat memutuskan aliran api agar tidak merambat ke rumah lain.

“Angin kencang dari arah utara, posisi rumah warga banyak yang di sebelah selatan, jadi teman-teman bendung agar tidak merambat. Warga juga antusias tadi membantu dan memberikan jalan armada lewat,” tutup Agung. (acm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here