Masyarakat Belum Sepakat Soal Pembebasan Lahan Jembatan V

0
112
Sebuah Masjid yang berada di sekitaran Jalan Anoa II yang akan terkena dampak dari pelebaran Jalan Anoa II untuk pembangunan Jembatan V, nantinya. (Foto: Moh. Salam)

PALU – Untuk kesekian kalinya pihak pemerintah bertemu dengan masyarakat pemilik lahan dan bangunan di Jalan Anoa II, yang bakal dibebaskan guna pembangunan jalan menuju Jembatan V (lima). Namun lagi-lagi, pertemuan tersebut tidak juga menemui kata sepakat, terkait harga lahan dan bangunan yang diganti rugi oleh Pemerintah Kota.

Pasalnya Masyarakat Tatura Selatan menolak dengan harga yang ditawarkan pemerintah tidak sesuai dengan permintaan warga sekitar. Lurah Tatura Selatan, Zamrud menuturkan, dalam pertemuan yang digelar di kantor Kelurahan Tatura Selatan, Rabu (13/12), masyarakat belum juga menerima harga yang ditawarkan oleh pemerintah.

“Rapat itu belum tuntas sebab masyarakat masih menolak harga yang ditawarkan dari pemerintah yang dirasa oleh Masyarakat masih sangat jauh dari harapan harga yang diminta oleh warga Tatura selatan,” kata Zamrud saat dihubungi via telpon, Kamis kemarin (14/12).

Ia mengatakan, harga yang ditawarkan oleh pemerintah sebesar Rp700 ribu permeter sampai Rp850 ribu permeter. Akan tetapi, masyarakat tetap meminta kepada pemerintah untuk membayar tanah yang akan dibeli pemerintah sejumlah Rp1,5 juta permeter, sehingga perwakilan pemerintah tidak ingin mengambil resiko dan memilih melaporkan hal tersebut kepada penentu kebijakan dalam hal ini Wali Kota Palu. “Harga yang ditawarkan pertama Rp700 ribu permeter tetapi masyarakat inginkan 1,5 Juta, lalu pemerintah naikan Rp875 per meter namun tetap masyarakat  tidak mau,” jelas Lurah Tatura Selatan.

Sebelumnya, Zamrud berharap, dengan diadakannya pertemuan ini akan menemukan titik temu sehingga proses perluasan Jalan Anoa II ini tidak mengalami kendala lagi. Kemudian dia juga menuturkan, bahwa perluasan Jalan Anoa II ini semata-mata bukan hanya untuk kepentingan pemerintah sendiri melainkan juga menjadi kepentingan masyarakat umum. Sebab, jalan ini akan digunakan oleh masyarakat Kota Palu sendiri untuk menuju ke daerah Palu Barat melalui Jembatan V. “Perluasan jalan ini kan bukan hanya demi kepentingan pemerintah saja melainkan ini merupakan kepentingan umum sebab Jalur ini akan dilalui warga Kota Palu untuk pergi ke wilayah Palu Barat,” tutur Lurah. (cr3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here