Proyek Drainase Rusak Pipa PDAM, Warga Kesulitan Air Bersih

0
56
Pengerjaan drainase di Kelurahan Palupi, Kecataman Tatanga, Kamis (14/12) kemarin. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Donggala mengeluhkan air yang sudah beberapa hari tidak mengalir di perumahan Palupi. Tidak mengalirnya air tersebut, akibat rusaknya sejumlah pipa dampak dari proyek drainase di wilayah tersebut.

Salah seorang warga Kompleks BTN Palupi, Isna mengakui, air dirumahnya sudah empat hari tidak mengalir. Hujan yang turun kemarin pun, dimanfaatkan keluargannya untuk menampung air di loyang-loyang, guna digunakan untuk kebutuhan di kamar mandi.  “Sudah beberapa pekan terakhir air yang mengalir mulai kurang. Puncaknya empat hari ini air sama sekali sudah tidak mengalir lagi,” ungkapnya.

Lanjut Isna, Bukan hanya di rumah warga saja, air di bak penampungan di beberapa Masjid juga sudah habis sehingga masyarakat yang hedak melaksanakan salat harus bertayamum. “Iya, karena air sudah tidak mengalir sama sekali, jadi masyarakat yang hendak salat harus bertayamum. Ini kan bukan hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tapi juga mengganggu ibadah kami,” terangnya.

Dikonfirmasi kemarin, Plt Direktur PDAM Donggala, Iswa SE, menuding, penyebab dari rusaknya pipa-pipa milik PDAM, akibat adanya proyek drainase. Di mana, saat melakukan penggalian, digunakan alat berat, sehingga penggalian dilakukan secara serampangan.

Bukan hanya di Kelurahan Palupi, kata dia, namun terjadi di sejumlah titik proyek drainase di Kota Palu. Beberapa diantaranya di pemukiman warga di Kelurahan Tondo, di sekitar Jalan S Parman hingga simpang empat Touwa dengan Basuki Rahmat. Meski seperti itu, saat ini kata Iswan pihk PDAM masih terus bekerja memperbaiki titik-titik yang mengalami kerusakan. “Kita tidak bisa langsung cover semua kerusakan yang ada di beeberapa titik itu, karena kita kekurangan tenaga. Di satu titik pun kita bisa menghabiskan waktu hingga beberapa hari. Tapi kita upayakan semuanya bisa teratasi,” katanya.

Solusinya kata Iswan, pihak PDAM akan menggunakan tenaga dari luar PDAM untuk melakukan perbaikan di sejumlah titik tersebut termasuk di Kelurahan Palupi. Saat ini kata Iswan, pihaknya juga kembali menyusun jadwal perbaikan di sejumlah titik kerusakan itu. “Kalau tidak ada tenaga PDAM lagi, maka kita pakai tenaga luar. Tapi yang agak menjadi kendala ini adalah, kami kehabisn stok pipa. Ironisnya lagi, biar di kantor kami juga sudah tidak ada air karena adanya kerusakan yang terjadi di simpang empat jalan Basuki Rahmat dan I Gusti Ngurah Rai,” ungkapnya.

Terkait adanya isu bahwa ada kerja sama antara kontraktor dengan pihak PDAM untuk biaya memperbaiki kerusakan tersebut, Iswan membantahnya. Menurut Iswan hingga saat ini tidak ada kerja sama antara kontraktor dengan PDAM secara resmi.  “Sampai saat ini tidak ada laporan dari anggota saya terkait adanya kerja sama antara kontraktor dengan pihak PDAM. Kita juga sudah menyurat ke pihak kontraktor terkait kerusakan yang disebabkan oleh alat berat yang mereka pakai,” tandasnya. (ujs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here