Ekonomi Tak Mapan, Banyak Isteri Gugat Cerai Suami

0
105
Ilustrasi (@jambiupdate.co)

TOLITOLI-Angka perceraian dalam mahligai rumah tangga di Kabupaten Tolitoli, sepanjang 2017 sebanyak 270 kasus. Dari data Pengadilan Agama (PA) bahkan menyebutkan, Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mengajukan gugat cerai suami, mendominasi.

Dijelaskan Panitera PA Tolitoli, Usman Abu SAg, kebanyakan kaum hawa yang mengajukan gugatan cerai disebabkan dua faktor. Pertama, karena ekonomi. Alasan ini, memang faktanya paling banyak, karena disamping tingginya kebutuhan hidup, juga sang suami dianggap tidak mampu memberikan nafkah dengan baik, sehingga pasangannya mengajukan gugatan cerai. Alasan kedua, adanya orang ketiga yang membuat retaknya hubungan suami istri.

“Kemajuan teknologi, internet mudah, browsing di dunia maya. Ini juga penyebab munculnya orang ketiga dalam rumah tangga. Awalnya iseng, kenalan, hingga lanjut ke jenjang yang tidak pas untuk diteruskan. Inilah bahayanya teknologi kalau tidak diseleksi,” ibanya.

Lanjut dia, Pengadilan Agama dalam tugas dan fungsinya, selain menggelar sidang perceraian, dalam prosesnya juga melakukan mediasi terhadap pasangan suami istri agar bisa sampai pada perdamaian keduanya. Dalam UU No 7 tahun 1989 perubahan UU No 3 tahun 2006 dan perubahan kedua UU No 5 tahun 2009 tentang Pengadilan Agama mediasi lebih ditekankan.

Disebutkan pula dalam Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No 1 tahun 2016 tentang prosedur mediasi, memungkinkan hakim di pengadilan agama untuk menjadi mediator bagi pihak yang bersengketa.

Mediasi perkara perceraian memang unik, karena suami dan istri tengah dalam hati emosional secara psikologis. Langkah yang dilakukan mediator, menjadikan langkah mediasi sebagai upaya sugesti agar mereka yang bersengketa bisa kembali membangun komunikasi dengan baik.

“Upaya kita memediasi mereka yang hendak bercerai dilakukan seoptimal mungkin. Dari data yang ada, ya persentase keberhasilan masih kecil, nol koma persen lah yang bisa sampai ke pintu damai,” ungkap Usman yang menambahkan, target mediasi perceraian diarahkan untuk merukunkan kedua pihak dan mendorong perceraian dengan cara yang baik. Sebab faktanya, biasanya perceraian sulit didamaikan, tetapi akibat konsekuensi hukum perceraian bisa dimediasikan. Seperti, kesepakatan pengasuhan anak (hadlonah), nafkah istri, dan anak serta harta bersama.(cr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here