Hamil, Dicueki Pacar, Mawar Nekat Aborsi

0
251
Ilustrasi

TOLITOLI-Kisah percintaan Mawar (22), sebut saja seperti itu, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Tolitoli, berakhir pilu. Selain dicampakan sang kekasih, Donjuan (nama samaran), ia juga harus merasakan dinginnya hotel prodeo usai melakukan aborsi, di kamar kosnya, Selasa (26/12) pagi.

Mawar saat itu kalut melihat perutnya semakin membesar, lantas mengambil jalan pintas, brojol si orok dengan tangan sendiri. Atas perbuatannya itu, Mawar kini harus mendekam di ruang tahanan Polres Tolitoli dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada polisi, Mawar mengaku, sebelum aborsi ia sempat meminta Donjuan untuk bertanggungjawab, namun bukannya bahagia atau setuju, Donjuan malah cuek sembari mengatakan dia tidak akan bertanggungjawab. Sebab, kata Donjuan, yang sudah menggarap “sawah” bukan hanya dirinya, tetapi ada beberapa pria lain.

“Itu versi pengakuan sang pacar. Makanya kami terus melakukan pendalaman kasus dengan memeriksa pelaku dan juga mantan pacarnya itu,” ungkap Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal A, SH SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Esty Prasetyo di sela-sela pemeriksaan lanjutan kemarin (27/12).

Saat melakukan aborsi, Mawar melakukan seorang diri. Caranya dengan meminum minuman tertentu yang dicampur dengan obat tertentu. Mawar juga sempat memasukkan obat khusus ke dalam alat vitalnya. Akibatnya, Mawar merasa sakit perut dan tak lama kemudian sang bayi meluncur deras dengan kondisi sangat prematur.

Dalam catatan polisi, Mawar adalah mahasiswi yang berdomisili di Jl. Mawar, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan. Kasusnya terbongkar, setelah warga mencurigai bau busuk yang menyeruak dari kamar kos Mawar. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke polisi.

“Setelah mendapatkan informasi masyarakat, kami bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku, berikut barang bukti si bayi yang disimpan dalam kantong plastik berwarna hitam,” timpal kapolres.

Kapolres menambahkan, pelaku aborsi bisa dikenakan pasal 77A Undang-undang No.35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Adapun barang bukti yang telah diamankan, yakni handphone pelaku dan janin berjenis kelamin perempuan yang saat ini telah dititip di RSUD Mokopido. Polisi juga sudah membawa Mawar ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan.(cr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here