Oknum Guru SDN Cabuli Murid, Selesai dengan Rapat

0
7552
Ilustrasi (@daenk)

PALU – Dunia pedidikan di Kota Palu kembali tercoreng. Salah seorang oknum guru, di sekolah dasar ternama yang ada di Kota Palu, terlibat asusila dengan korban yang tidak lain adalah muridnya sendiri.

Informasi yang dihimpun, pihak sekolah berusaha memediasi kasus ini antara pelaku oknum guru berinisial RY dan para orang tua murid termasuk orang tua korban dari RN, siswa di sekolah tersebut. Pertemuannya pun digelar Kamis (28/12/2017). Oknum guru ini pun, dari hasil pertemuan diputuskan  untuk diberhentikan sementara mengajar di sekolah tersebut.

RY sendiri diduga memiliki penyimpangan seksual, sebagai penyuka sesama jenis. Kejadian ini pun terjadi dua minggu yang lalu, saat sekolah tersebut tengah mengadakan perkemahan sabtu minggu (Persami). RY yang kebetulan menjadi pelatih pramuka dalam kegiatan itu, menggiring salah satu siswa laki-laki yakni RN untuk diajak berciuman.

Disebutkan pula bahwa korban diminta untuk “mengisap”. Kejadian ini pun, diketahui oleh siswa lainnya yang langsung melapor ke orang tua masing-masing. “Saat itu anak saya juga mengikuti Persami di sekolahnya,” sebut salah satu orang tua murid yang meminta namanya tidak dikorankan.

Anehnya, baik pihak sekolah maupun orang tua, nampaknya tidak membawa kasus ini ke ranah hukum. Pihak Polres Palu sendiri, mengungkapkan, hingga saat ini Polres Palu belum menerima adanya laporan terkait dugaan asusila dengan terlapor atau pelaku oknum guru SDN di Palu itu.

“Sampai saat ini unit PPA belum dapat laporan kasus itu,” ungkap Perwira Urusan Humas Polres Palu, Aiptu I Kadek Aruna.

Sementara itu kepala sekolah bersangkutan Nikmat Hapan S sos mengakui, terkait persoalan itu sudah diselesaikan pihak sekolah melalui rapat dengan sejumlah pihak dan para orang tua murid.

“Kasus itu sudah aman kok, karena sudah kami rapatkan sesuai tujuan rapat yaitu penyelesaian kasus dugaan perbuatan asusila sesuai dengan isi surat undangan kepada Wali Murid kelas I dan IV,” katanya, Jumat (29/12) ketika dihubungi via telepon.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi SSos MSi, menegaskan, bahwa oknum guru tersebut sudah diberhentikan dan tidak boleh lagi mengikuti kegiatan-kegiatan Persami di sekolah. “Itu dari hasil rapat kemarin,” singkat Kepala Dinas.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Palu, Irmayanti Pettalolo mengaku, juga baru mendengar informasi tersebut. Pihaknya pun langsung datang ke sekolah tersebut untuk melakukan pemeriksaan pada Kamis 28 Desember. Namun ketika itu tidak ada satu orang pun yang berhasil ditemui.

“Saya masih mau ketemu kepala sekolahnya dahulu untuk damping korbannya, karena saya juga belum tahu korbannya,” tandas Irmayanti. (who/cr6)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.