Lima Tahun Diburu, Kejari Akhirnya Tahan Penggelap Pajak Buol

0
708
Samsul Umar tengah menandatangani berita acara penahanan di kantor Kejari Buol. (foto: Rustam Baculu)

BUOL-Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Begitulah kata pepatah, layak disematkan kepada Syamsul Umar alias Haji Tul, yang sudah memasuki 5 tahun tidak mampu dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Buol, pasca turunnya putusan incraht dari Mahkamah Agung (MA) tahun 2011 yang lalu, terkait kasus korupsi.

Kasus korupsi yang dilakoni Haji Tul, bersama beberapa orang pejabat di Kabupaten Buol tahun 2010 lalu, yakni ‘digelapkannya’ uang pajak yang tidak disetor ke negara. Akibat perbuatannya itu, Haji Tul divonis Pengadilan Negeri Buol 4 tahun penjara, namun Haji Tul tidak puas dan terus mencari keadilan hingga kasasi ke MA.

Seperti cerita di atas, Haji Tul menerima kenyataan pahit, dia harus dikerangkeng. Sejak diputus incraht di MA, Haji Tul enggan dipenjara.

Bahkan dia menggunakan kekuatan massa untuk menolak kasasi. Tetapi kisah pengembaraannya selama lima tahun lebih sejak putusan MA, berakhir sudah. Pada Kamis (4/1), Haji Tul yang sempat-sempatnya pernah mencalonkan diri sebagai bakal calon Kepala Daerah Kabupaten Buol ditangkap Jaksa di rumahnya, sekitar pukul 16.30 wita.

Tim intelijen Kejari Buol yang dipimpin Kajari Gunadi SH MH, bersama I Nengah Ardika SH MH, tidak mau kalah dengan Haji Tul. Siapa lebih kuat negara atau individu warga negara. Kali ini Kejari tidak mau dilecehkan. Kekuatanpun dilipat dua, tim buser Polres Buol ikut bergabung, sesuai Surat Perintah Tugas Kajari Buol No. SP.TUG- O1/R.2.16/Dek.3/01/2018 tanggal 04 Januari 2018.

Hasilnya, Haji Tul berhasil ‘diamankan’ sejak ditetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejari tahun 2011, berdasarkan Surat Perintah pelaksanaan putusan perngadilan P 48  No. R- 01/R.2.16/Fu.2/01/2018 tanggal 04 Januari 2018 atas nama terpidana Muhammad Samsul A Umar, yang melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP pasal 64 Ayat (1) KUHP sesuai putusan MA RI Nomor 831K/Pid.Sus/2011 tanggal 23 Agustus 2011 Kejaksaan dalam melakukan penahanan kepada terpidan.

Sebelumnya Kejari Buol sempat melakukan eksekusi sebanyak tiga kali, namun gagal. Karena terpidana mengerahkan masa dan preman yang bersenjata tajam. Seperti disampaikan Kajari Buol Gunadi, pada konfrensi pers dengan sejumlah wartawan di Buol, Jumat (5/1).

Terpidana Haji Tul, selaku staf pegawai Seksi Pemerintahan Kantor Camat Momunu Kabupaten Buol, melakukan tindak pidana korupsi bersama Darna SSos pada Desember 2008 sampai dengan April 2009 di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buol.

Akibat perbuatannya, negara dirugikan senilai Rp  5,1 miliar lebih. Dengan cara, tidak menyetorkan dana PPN dan PPh proyek Dinas PU Buol yang telah diterima Darna saat itu.

Penangkapan terpidana Haji Tul, dimulakan ketika tim intel Kejari Buol melakukan pemantuan selama lebih kurang tiga pekan. Tim melakukan penangkapan dengan cara berpura-pura menyewa kursi di tempat terpidana, guna memastikan keberadaan terpidana berada di rumah. Saat itu Haji Tul sedang tidur pulas. Meyakini buronannya sedang mendengkur, tim Kejari yang dibantu kepolisian mengepung rumahnya. Kasi intel langsung mengamankan terpidana dari dalam kamar tidur. Saat dilakukannya penangkapan, tidak ada perlawanan dari Haji Tul. Dia pasrah.

Selanjutnya, Haji Tul digelandang ke Rutan cabang Tolitoli di Leok II  untuk dieksekusi. “Begitu sulitnya petugas melakukan pengintaian namun dengan gerakan cepat bisa dilakukan penangkapan, ” beber Gunadi.

Pada kesempatan itu, Gunadi mengungkapkan masih ada target yang akan dituntaskan. Semuanya kasus korupsi. Masih ada yang menunggak beberapa tahun lalu, dan tetap akan diproses kembali untuk dieksekusi. Tetapi, kejaksaan belum ingin membocorkan kepada publik siapa pejabat yang bakal jadi target eksekusi berikutnya.

“Tunggu saja, kami tetap akan mengundang kawan-kawan wartawan untuk mempublikasikannya, yang jelas masih ada, “tandas Gunadi.(tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.