Ini Tiga Daerah Rawan Narkoba di Palu yang akan “Dibersihkan”

0
9962

PALU – Tiga daerah rawan penyalahgunaan narkotika di Kota Palu, masing-masing Tatanga, Kayumalue dan Anoa, bakal menjadi prioritas utama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng di Tahun 2018.  Baik dari bidang pencegahan, pemberantasan maupun rehabilitasi.

Andjar Dewanto

Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Andjar Dewanto ditemui Senin (8/1) kemarin menegaskan, dari hasil pemetaannya, memang penyalahgunaan di tiga daerah tersebut masih cukup tinggi. Untuk itu, di Tahun 2018 ini, seluruh kegiatan BNNP Sulteng dalam bidang pencegahan, pemberantasan serta rehabilitasi akan difokuskan ke tiga wilayah tersebut.

“Target kami adalah menjadikan tiga wilayah itu clear (bersih) dari Narkoba,” sebutnya.

Semua kegiatan BNNP Sulteng, nantinya kata dia, akan berjalan beriringan dan terintegrasi dengan baik. Contohnya di bidang pencegahan, di tiga wilayah tersebut akan diperbanyak kegiatan berupa sosialisasi kepada para tokoh masyarakat, pemuda dan orang tua, di samping itu pula masyarakat di tempat tersebut, bakal diberikan bekal keterampilan soft skill. “Dari pencegahan itu, kita mulai data dan petakan mana-mana saja bandar ditempat tersebut, di situ bidang pemberantasan mulai jalan untuk tindak para pelaku, begitu pula bidang rehabilitasi juga ikut mengajak masyarakat yang sudah terlanjur jadi pengguna untuk mau direhabilitasi agar lepas dari ketergantungan Narkoba,” kata Andjar.

Apa yang menjadi keinginan BNNP Sulteng ini, lanjut Andjar, juga perlu mendapat dukungan dari segenap komponen masyarakat, termasuk pemerintah. Komitmen bersama untuk perang melawan Narkoba ini juga diperlukan, agar ancaman Narkoba tidak lagi menjadi momok bagi daerah ini. “Jangan hanya kami saja yang berbuat, tanpa ada komitmen dari masyarakat itu sendiri dan elemen lainnya. Ini harus dilakukan secara bersama-sama karena Sulawesi Tengah kini bukan hanya lintasan saja jalur Narkoba, tapi kini sudah jadi pasar Narkoba,” sebutnya.

Di samping ketiga daerah tersebut, BNNP Sulteng juga tetap akan memberikan perhatian yang sama kepada daerah-daerah lain yang ada di Sulawesi Tengah. Sehingga kedepan, Sulawesi Tengah minimal menurun angka penyalahguna narkotikanya. Di samping itu, Andjar juga berharap, penerapan sanksi adat, yang telah dijalankan kembali, khusus di Kota Palu, bisa diterapkan pula kepada para pengedar Narkoba yang sudah merusak generasi muda. “Bandar ini harus juga disanksi adat, dan disuruh keluar dari kampung, karena sudah jelas-jelas efeknya merusak bagi masyarakat yang lain,” tandas Andjar. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here