Ruas Jalan Ogoamas-Siboang Sisakan Ketidakpastian

0
194
Kondisi terakhir ruas Ogoamas-Siboang tumpukan galian batu dan alat berat yang terpakir di lokasi pekerjaan. (Foto: Awal)

PALU– Proyek pelebaran jalan ruas Ogoamas-Siboang kini masih berkutat dengan ketidakpastian penyelesaian. Proyek Multi Years kontrak (2013-2018) ini masih menyisakan pekerjaan berat khususnya pada item galian.

Tanjung Pesik Lenju saat ini masih menyisahkan pekerjaan cutingan. Ruas ini merupakan ruas Percepatan lintas barat yang paling tertinggal, mulai dari Presiden SBY-JK hingga kini. Pelaksana Pekerjaan PT. Perdana Bumi Syariharti.

Ruas yang kini menyisahkan 23 kilometer dari total panjang 53,16 kilometer bergantung pada review desain dan perpanjangan kontrak. Utamanya wilayah Tanjung Pesik yang memiliki medan kerja cukup berat. Pantauan di lapangan mulai Minggu (7/1) hingga Senin tidak terlihat aktifitas pekerjaan. Hanya ada beberapa alat berat yang terparkir.

Berbagai spekulasi bermunculan memprediksi jika pekerjaan paket Rp221 miliar lebih ini tidak akan selesai sesuai target, Oktober 2018. Karena kontraktor fokus pada pekerjaan aspal pada lahan datar yang tidak dikerjakan secara parallel dengan pekerjaan galian/cutingan.

Kepala satker wilayah I Balai Pelaksanaan jalan Nasional (BPJN) XIV, Muhamad Syukur ST MM mengakui, mestinya kontraktor dari Kalimantan Timur ini, di dua tahun awal kontrak tidak hanya fokus pada pekerjaan aspal. Mestinya kata Satker dikerjakan paralel. Syukur yang efektif menjabat sebagai Satker wilayah I di 2017 kemudian mengubah pola dan meminta agar segera melakukan penanganan terhadap pekerjaan galian.

Pihak kontraktor juga diminta untuk memperbanyak grup (Sub kontraktor) untuk menyelesaikan pekerjaan galian.

‘’Mereka memang mengejar serapan anggaran di 2015 dan 2016, karena lahan datar siap. Harusnya dikerja parallel,’’ ungkap Syukur, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/1).

Fokus pada pekerjaan galian atau cutingan di tahun ketiga muncul masalah volume galian batu, ternyata lebih besar perbandingannya dari galian tanah.

Ini lah yang menyebabkan desain harus direview kembali. Selaku KPA meminta untuk segera mengusulkan review desain sesuai usulan kontraktor yang dievaluasi pengawas dan dibahas bersama perencana dan PPK.

Dari usulan desain mereka kata Syukur mengajukan tiga alternative. Tapi belum dapat dijelaskan ketiganya secara rinci karena usulan perpanjangan kontrak akibat review desain dan perpanjangan waktu tersebut belum naik di meja KPA.

‘’Jadi wacana kedepan ini ada review desain dengan tiga alternative tadi, dengan tidak menambah nilai kontrak, dengan mereka (pelaksana) mengajukan penambahan waktu. Karena sebelumnya mereka telah menambah penambahan nilai kontrak (10 persen) dengan item pekerjaan lain,’’ terang Kasatker.

Jika usulan review deain ini nantinya ada perpanjangan waktu, nantinya akan diusulkan ke Dirjen Bina Marga. Perpanjangan waktu untuk multi years contrak kata Kasatker kewenanganya ada di Dirjen Bina Marga yang kemudian diusulkan ke kementerian Keuangan.

‘’Kita berdoa saja usulan-usalan itu logis dari sisi tekhnis perencana dengan analisa perpanjangan waktu, sehingga ekspos kita di balai maupun dirjen Bina Marga yang kemudian dibahas di kementerian keuangan akan di setujui,’’ harapnya.

Terkait dengan pekerjaan galian yang saat ini tertinggal, menurut Kasatker kontraktor kewalahan menggunakan alat berat. Mereka kemudian merubah pola menggunakan metode blasting dengan bahan peledak. Inipun kontraktor sempat kesulitan mengadakan bahan peledak mengingat ketatnya perizinan penggunaan bahan berbahaya tersebut. Kontraktor efektif menggunakan bahan peledak mulai Desember lalu.

Untuk pekerjaan 2017 sendiri lanjut Kasatker hanya terealisasi 83,54 persen. Ada Rp15 miliar yang tidak terealisai. Rp15 miliar ini diusulkan lagi rekomposisi di 2018. Rekomposisi anggaran ini sekaligus dilakukan usulan perpanjangan kontrak hingga 2019. Diharapkan nantinya Menteri Keuangan menyetujui usulan tersebut.

‘’Kalau tidak setuju terpaksa kita optimasi sesuai kontrak yang ada. Maunya kita paket ini cepat selesai. Makanya kita berdoa semoga usulan kita bisa diterima supaya pekerjaan bisa selesai,’’ tutupnya.(awl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here