Tak Satupun Anak di Bambanipa Tolitoli Bersekolah

0
433
Kepala Dusun Bambanipa berfoto bersama dengan bebepa bocah yang sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan. (Foto: Yuslih Anwar)

TOLITOLI – Karena kondisi wilayah yang cukup jauh dari pusat pemerintahan desa serta akses jalan yang sangat buruk, seluruh anak usia Sekolah Dasar (SD) di Dusun Bambanipa Desa Malala Kecamatan Dondo tidak bersekolah.

“Kalau berdasarkan data, sekitar 30 anak usia SD yang tidak bersekolah. Karena di dusun ini tidak ada sekolah. Orang tua mereka tidak punya keinginan menyekolahkan anaknya karena takut terjadi apa-apa, karena jarak sekolah dengan dusun kami sangat jauh, ” jelas Surya, Kepala Dusun Bambanipa.

Menurut Surya, selain dipengaruhi faktor jarak tempuh dari Dusun Bambanipa yang mencapai 7 kilometer menuju sekolah, kondisi jalan yang sangat buruk, juga menjadi alasan warga untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya.

“Orang dewasa saja, butuh waktu berjam-jam untuk sampai ke kekampung, apalagi anak sekolah. Ditambah dengan kondisi jalan yang boleh dikatakan cukup berbahaya untuk dilalui anak-anak,” imbuh Surya.

Menurut Surya, upaya pihaknya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak di Dusun tersebut, hanya mengandalkan warganya yang kebetulan pintar baca tulis untuk mengajarkan pengenalan huruf abjad maupun pelajaran hitung-hitungan. ” Masalahnya pak, sebagian besar warga di sini juga buta huruf, ” terangnya.

Surya juga mengungkapkan selain masalah pendidikan, hampir 90 persen penduduknya, dari sekitar 30 Kepala Keluarga (KK)  yang mendiami dusun tersebut, saat ini tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), sehingga sulit untuk mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah.

Menyikapi masalah tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tolitoli berencana akan melakukan pendataan, dan akan berupaya mendirikan sekolah jarak jauh. Sehingga anak-anak di Dusun yang didiami suku Lauje tersebut dapat mengenyam pendidikan.

“Kami sudah mendatangi lokasi, dan melihat langsung kondisi anak-anak di sana. Ini adalah persoalan yang harus segera diselesaikan. Kasihan anak-anak di sana, jika harus hidup tanpa mengenal pendidikan, ” kata Kasi Pembinaan SD,  Dinas Pendidikan Tolitoli, Taufik, kepada sejumlah wartawan, Selasa kemarin.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, selain akan membangun fasilitas sekolah, guna menunjang aktifitas belajar mengajar, sejumlah tenaga honorer juga akan ditempatkan untuk mengajar di dusun yang sudah berdiri sejak 25 tahun silam tersebut.(yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here