Dirjen PDT Terkesan Kemajuan Pembangunan Sigi

0
114

SIGI-Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi RI, Prof Ahmad Erani Yustika, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sigi. Kedatangan Dirjen sekaligus ingin melihat sejauh mana perkembangan yang ada di Kabupaten Sigi saat ini.

Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta menyerahkan cendera mata kepada Dirjen PDT Ahmad Erani Yustika, Rabu (10/1). (Foto: Nedra)

Tiba di Sigi, Dirjen melihat secara langsung perkembangan daerah, Dirjen terkejut melihat perkembangan Sigi yang pesat. Ia bahkan tidak menyangka perkebangan di Kabupaten Sigi akan secepat ini, terutama dalam meningkatkan perekonimian masyarakat yang ada di desa.

Setelah melihat secara langsung, Dirjen mengaku bahwa sudah banyak sekali produk-produk yang diolah secara baik di Sigi, itu merupakan sumber daya bahan baku dari daerah Kabupaten Sigi sendiri. Tentu ini juga menjadi harapan bersama dimana ada organisasi yang kuat dan mapan di desa, menjadi tempat berlindung pelaku ekonomi di desa maupun di kawasan pedesaan.

“Ini merupakan kemajuan yang sangat luar biasa, dimana Kabupaten bisa mendorong agar sumber daya ekonomi lokal berkembang. Semua ini saya lihat dikerjakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bersama. Bumdes ini bisa menjadi rantai pasok,” ungkapnya.

Pihak Kementerian PDT, ungkap Ahmad, sangat senang, ternyata apa yang menjadi harapan oleh Pemerintah Pusat dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. “Presiden akan bangga sekali melihat ini, karena Kabupaten Sigi bisa menjadi contoh dalam pengembangan perekonomian di desa,” kata Dirjen.

Ia bahkan menilai Kabupaten Sigi dapat setara dan bersaing dengan daerah maju yang lainnya.

Sementara itu Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta mengatakan, program unggulan masyarakat desa dikembangkan sebagai suatu kekuatan peningkatan ekonomi. Karena mengingat Kabupaten Sigi tidak memiliki laut, sehingga Pemerintah Daerah coba melihat peluang-peluang yang dimiliki untuk dikembangkan, menjadi suatu ekonomi baru.

“Bumdes bersama tahun lalu yang kita resmikan itu ada 124, dan di tahun ini sudah 176 desa mencakup keseluruhan. Kami juga membagi setiap desa diliat dari komoditasnya seperti di Kecamatan Pipikoro yang memiliki Kopi, itu yang kami dorong sehingga menjadi suatu kekuatan ekonomi masyarakat. Serta panganan-panganan lokal yang coba kami kembangkan dan dikemas agar memiliki nilau jual,” jelas Bupati Sigi.

Bupati Moh Irwan mengaku, ia bersama pihaknya mempunyai keterbatasan namun itu tidak menjadi suatu kendala, melainkan menjadi suatu dorongan untuk melakukan yang terbaik untuk pembangunan daerah.(ndr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here