Jalan Tanjung Karang Jadi “Langganan” Genangan Air

0
293
Sejumlah pengendara sepeda motor terpaksa harus melalui Jalan Tanjung Karang yang tergenang oleh air dari drainase yang meluap. (Foto: Wahono)

PALU – Beberapa hari terakhir, intensitas hujan yang mengguyur Kota Palu, tidak begitu lebat. Namun, genangan air di Jalan Tanjung Karang, Kelurahan Lolu Selatan, seolah baru saja terjadi banjir besar. Genangan air sendiri, diduga disebabkan oleh sistem drainase yang tersumbat di daerah tersebut.

DI tengah gencarnya Pemerintah Kota Palu membangun dan memperbaiki sistem drainase di sejumlah titik yang ada di Kota Palu, ada satu wilayah yang luput dari perhatian tersebut, yakni drainase di Jalan Tanjung Karang. Di daerah yang berdiri banyak tempat usaha perdagangan ini, genangan air setinggi mata kaki orang dewasa kerap saja terjadi.

Jalan yang terhubung dengan Jalan Wolter Monginsidi itu, seharusnya menjadi salah satu perhatian dalam perbaikan drainase. Sebab sudah bertahun-tahun warga dan pemilik tempat usaha di Jalan Tanjung Karan ini, kerap kali harus merasakan dampak yang ditimbulkan ketika genangan air sudah menutupi jalan, bahkan merembet hingga ke tempat usaha mereka.

Jika genangan air terjadi, banyak tempat usaha seperti rumah makan dan toko, yang terpaksa menutup tempat usahanya, karena tidak adanya pembeli, yang enggan melintas di jalan tersebut. Bagi pengendara yang nekat melintas pun, harus mengurangi kecepatan, terutama pengendara roda dua.

Salah seorang warga Jalan Tanjung Karang, Hendra menyebutkan, genangan air ini kembali terjadi pada Rabu malam (10/1). Hujan memang kata dia turun, namun tidak lebat, hanya gerimis saja. Tidak lama kemudian, drainase meluap hingga menyebabkan genangan air di jalan. “Air meluap dengan sampah juga yang dari drainase naik,” tuturnya.

Genangan air seperti ini, menurut Hendra, bukan baru kali ini saja terjadi di Jalan Tanjung Karang. Dahulu, memang dipastikan ada genangan jika hujan deras turun, tapi cepat surut. Namun kali ini, genangan air seolah tidak mau surut. “Meluapnya pun paling Cuma di jalan, sekarang sudah sampai ke toko-toko,” katanya.

Tidak sedikit, pengendara yang ingin menuju Jalan Monginsidi, terpaksa harus mengambil jalur lain agar terhindar dari genangan air. Namun pengendara yang ingin cepat, terpaksa harus melintasi genangan air. Salah satu pengendara yang nekat melintas di Jalan Tanjung Karang kemarin, yakni Dyara. “Mau memutar lagi sudah jauh, terpaksa dilewat saja genangan air ini,” katanya, ditemui saat turun dari motor dan memotret kondisi genangan air dengan kamera ponselnya.

Dia pun berharap, seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan perbaikan drainase di daerah-daerah yang rawan terjadinya genangan air seperti di Jalan Tanjung Karang. Kondisi drainase yang sempit, ditambah warga yang membuang sampah sembarangan, menambah buruk kondisi yang ada. “Seharusnya ini tidak terulang lagi, dan sudah ada perhatian dari pemerintah,” tegasnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here