Pembobol ATM Bank Danamon Gunakan Alat Las

0
858
Kapolres Palu Mujianto menunjukan senjata mainan yang digunakan pelaku untuk mengancam sekuriti dalam aksi pembobolan ATM, Kamis (11/1)dini hari. (Foto: Wahono)

PALU – Aksi pelaku pembobol ATM di Bank Danamon Palu Jalan Hasanuddin berhasil digagalkan anggota Sat Reskrim Polres Palu yang sedang berpatroli. Pelaku kepergok polisi yang saat itu sedang berpatroli.

Ketiga pelaku yang diketahui bernama  Asdar, Amustam, dan Erwin Nasrullah akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas yang mengenai bahu kiri dan kaki pelaku.

Aksi kejahatan itu terjadi Kamis (11/1) dini hari, setelah polisi sempat kejar-kejaran dengan pelaku menggunakan mobil. Polisi akhirnya bisa melumpuhkan pelaku di jalan Komodo. Tindakan yang dilakukan kepolisian, karena melihat para pelaku terlihat membawa senjata laras panjang mainan menyerupai dengan senjata api sesungguhnya.

Kapolres Palu AKBP Mujianto, dalam keterangan persnya mengatakan, ketiga pelaku yang sudah menjadi target operasi sejak berapa bulan terakhir dengan kasus pembobolan ATM dan pecah kaca mobil yang terjadi di Kota Palu. “Ketika akan ditangkap para pelaku itu berhasil membaca intaian kita, namun saat ini kami sigap. Dengan mendapatkan informasi, para pelaku ini berencana akan melakukan pembobolan Bank. Sehingga kami mulai rutin melakukan patroli pada bank yang menjadi target para pelaku,” ungkapnya.

Mujianto, menjelaskan pelaku melakukan aksi hendak membobol ATM, menggunakan senjata mainan untuk menakut-nakuti sekuriti Bank Danamon, bahkan sekuriti disekap pelaku dengan mengikat kaki dan tangan pelaku menggunakan ban karet sebelum membobol ATM.

Aksi penangkapan pelaku tersebut, kata Mujianto, sekitar pukul 02.00 wita, anggota Sat Reskrim Polres Palu yang melakukan patroli di seputaran wilayah kota Palu  melintas di Jalan Hasanuddin, kemudian singgah di Bank Danamon untuk melakukan penarikan uang di ATM.

“Pada saat anggota tiba dan memarkirkan kendaraan tepat di jalan masuk bank, tiba-tiba satu unit mobil pelaku melaju keluar dari bank dan langsung menabrak mobil anggota. Anggota langsung melepaskan tembakan peringatan namun pelaku tancap gas dengan melaju kencang, sampai tabung gas yang dimuat di mobil pelaku terjatuh dari mobil,” ungkapnya.

Melihat kejadian tersebut, anggota langsung melakukan pengejaran menggunakan mobil sambil melepaskan tembakan ke arah ban mobil pelaku. Mobil pelaku terhenti saat menabrak trotoar di Jalan Komodo. Bukannya menyerahkan diri, tiga pelaku malah keluar dari mobil sambil membawa parang dan senjata menyerupai senjata api. Anggota merasa ada ancaman langsung melepaskan tembakan untuk melumpuhkan ketiga pelaku.

“Pelaku sebenarnya ada empat orang, namun yang satunya inisial UR berhasil melarikan diri, dan saat ini kami tetapkan sebagai DPO,” kata Mujianto.

Mantan Kapolres Buol ini, belum dapat pastikan keberadaan pelaku yang berhasil melarikan diri dan adanya info diduga pelaku UR merupakan salah satu karyawan Bank Danamon. “Kami sedang dalami, kalau memang itu terbukti lebih mudah kita mencari pelaku ini,” katanya.

Dari hasil keterangan awal, pelaku melakukan pencurian  ATM baru pertama kali di Bank Danamon. Barang bukti yang berhasil diamankan mesin ATM, parang, senjata menyerupai senjata api laras panjang, tali pengikat warna hitam, sebilah parang, sebilah badik, 1 unit mobil jenis Toyota Avanza warna abu abu.

“Melihat langkah pelaku, dengan rencana ini, terlihat ada peralatan seperti tabung gas dan oksigen serta mesin las, pelaku cukup berpengalaman dan sudah sering melakukan aksi pembobolan ATM,” jelasnya.

Sementara, perwakilan dari Bank Danamon, yang diketahui bernama Rian, usai dimintai keterangan penyidik Reskrim Polres Palu, enggan memberikan keterangan kepada wartawan terkait kejadian pembobolan ATM di bank tempatnya bekerja. “Saya tidak bisa, nanti saja bagian publikasi yang berikan penjelasan,” jelasnya.

Mobil yang digunakan pelaku adalah mobil rental, yang disewa pelaku selama dua hari. Menurut pemilik rental mobilnya dipasang GPS agar dia mengetahui mobilnya dipakai sampai ke daerah mana. “Saya mulai curiga saat GPS yang saya pasang dimobil itu, seketika sudah tidak aktif dan tidak terdeteksi keberadaannya sejak hari Rabu (10/1),” ungkap pengusaha mobil rental yang enggan menyebutkan namanya. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.