Andjar: Tidak Ada ampun bagi Bandar Narkoba

0
157

PALU – Daerah rawan penyalahgunaan narkotika yang ada di Kota Palu, bukan tidak mungkin ke depan bisa jadi pilot project atau contoh kampung bebas Narkoba. Itu dapat terwujud jika seluruh elemen masyarakat, pemerintah serta aparat penegak hukum mau berkomitmen untuk perang terhadap Narkoba.

Pemimpin Radar Group, H Kamil Badrun AR bersama Kepala BNNP Sulteng, Andjar Dewanto foto bersama dengan tanda slogan Stop Narkoba, Jumat (12/1). (Foto: Agung)

Demikian disampaikan Pemimpin Radar Group, H Kamil Badrun AR SE MSi, saat menerima kunjungan silahturahmi Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, Brigjen Pol Andjar Dewanto, di gedung Graha Pena, Radar Sulteng, Jumat (12/1).

Seperti apa yang diungkap, bahwa tiga daerah rawan Narkoba, yakni Tatanga, Kayumalue dan Anoa, tengah menjadi perhatian khusus BNNP Sulteng, kata Kamil, memang perlu pula didukung seluruh elemen masyarakat.

“Narkoba ini kan sudah tergolong extraordinary crime (kejahatan luar biasa), maka sudah seharusnya kita semua satu gerakan untuk melawan yang Narkoba. Kalau ini berjalan kan yang tadinya rawan narkoba, bisa jadi pilot project kampung bebas Narkoba,” tutur Kamil.

Kondisi saat ini, sebut Kamil, khusus di Kota Palu, terutama di daerah-daerah yang disebut rawan Narkoba, memang sudah sangat memprihatinkan. Generasi muda, seolah dengan sengaja dirusak lewat Narkoba. “Ini juga tidak lepas dari tanggungjawab orang tua, yang kurang memperhatikan anaknya. Tidak mau tahu anaknya di mana, berbuat apa dan dengan siapa,” sebut Pemimpin Radar Group.

Narkoba diakui Kamil, memang seolah menjamur di Kota Palu, dikarenakan daerah ini terus berkembang, ditambah lagi sejumlah infrastruktur jalan yang menghubungkan antar provinsi dan antar kabupaten, memudahkan daerah ini dijadikan salah satu pasar dari peredaran Narkoba. Sehingga kedepan, aparat penegak hukum, seperti BNNP, harus bisa bertindak tegas kepada para bandar-bandar yang memang merusak generasi muda di daerah ini. “Tentunya upaya pencegahan juga harus berjalan, karena percuma ketika pemberantasan saja, tangkap 10 orang, kemudian muncul 100. Memang harus berjalan beriringan, antara pencegahan dan pemberantasan,” terangnya.

Radar Group sendiri, sebut dia, yang terdiri dari Radar Sulteng, Radar Parimo, Radar TV serta Pos Palu sejak jauh-jauh hari sudah berkomitmen untuk ikut terlibat dalam hal pencegahan penyalahgunaan narkotika, melalui penyebaran informasi di media massa. Hal itu juga merupakan tanggungjawab sosial seluruh media di bawah naungan Radar Group.

“Intinya kami siap mendukung, ini semua dalam rangka menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk penyalahgunaan narkotika,” tandas Kamil.

Kepala BNNP Sulteng, Andjar Dewanto, sepakat dengan apa yang disampaikan Kamil. Menurut dia, kondisi saat ini memang sudah cukup mengkhawatirkan. Di mana, anak usia sekolah pun kini sudah banyak yang menjadi korban dari penyalahgunaan narkotika. “Contohnya baru-baru ini, ada orang tua yang datang minta anaknya untuk direhabilitasi, usia SMA. Uang ibunya sering dicuri untuk beli sabu, awalnya orang tuannya pikir uang hilang diambil tuyul, eh ternyata anaknya sendiri,” kata Andjar.

Memang diakui Andjar, saat ini BNNP Sulteng, fokus ke tiga daerah rawan Narkoba, dan mengedepankan pencegahan untuk membuka wawasan masyarakat. Pemerintah daerah juga diajak, ikut terlibat dalam pencegahan ini. “Pemberantasan tentu juga tetap jalan, saya sudah perintahkan anggota, senjata yang dipegang itu harus bunyi, itu sudah perintah dari pimpinan pusat, bahwa tidak ada ampun bagi bandar Narkoba,” tegas jenderal bintang satu ini. (agg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here