Bertengkar, Warga Lelean Nono Bunuh Adik Kandung

0
519

TOLITOLI-Ibarat kucing dan tikus tak pernah rukun, seperti itulah suasana hubungan kekeluargaan kakak beradik berinisial Y (35) dan adiknya Andrian (30). Tak mampu kendalikan emosinya, Y warga Dusun Bunga Desa Lelean Nono, Jumat kemarin membabibuta membantai adik kandungnya sendiri hingga tewas dalam sebuah duel satu lawan satu.

Pelaku pembunuhan adik kandung saat digiring petugas untuk ditahan. (Foto: Yuslih)

Berdasarkan pengakuan Y, saat ditemui di ruang penyidik Polres, Dia membunuh adik kandungnya dikarenakan tak mampu membendung emosi saat dirinya diajak duel oleh adik kandungnya sendiri.

“Saya tidak tau lagi, saya seperti kesetanan, dalam pikiran saya, saya harus membuat dia tidak berdaya. Saya dapat balok saya bage (pukul) pake balok bagian wajahnya berkali-kali sampai tidak bergerak, ” aku Y saat dimintai keterangannya.

Ia juga mengaku, awalnya pada pagi hari sekitar pukul 07.00 kemarin, antara dirinya dengan korban, sempat berselisih paham, namun karena menghindari terjadi perkelahian, Y memutuskan untuk pergi meninggalkan adiknya tersebut.

“Saya memilih pergi, saya bersama warga lain melakukan kerja bakti di mesjid. Sekitar jam sembilan saya pulang kerumah. Saya dapat mainan anak saya dan rumah dirusak sama dia (Andrian). Saya jadi emosi,” sebutnya.

Kesal dengan hal itu, pelaku mengaku langsung beranjak mencari korban ke salah satu kebun miliknya, dan menemukan adiknya. Perkelahian pun tidak bisa dihindarkan. Hingga perkelahian tersebut berujung dengan tewasnya sang adik di tangan pelaku secara mengenaskan.

“Bukan baru kali ini dia merusak rumah, sudah berkali-kali, dan baru kali ini saya terpancing menanggapi kelakuannya, ” ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Tolitoli AKP Esti Prasetyo Hadi saat dimintai keterangan menjelaskan, karena belum mengambil keterangan pelaku yang merupakan warga Dusun Toboloit desa Tinading Kecamatan Lampasio tersebut, ia menerangkan berdasarkan keterangan seorang saksi Salmiana yang merupakan tetangga korban. Awalnya melihat pelaku (Y, Red) berlari melintas di sekitar kebunnya sambil berteriak dan menangis. Merasa aneh dengan prilakunya tersebut,  Salmiana pun lanjut AKP Esti, berusaha membuntuti dari belakang. Namun karena tak terlihat lagi akibat terhalang tanaman, Salmiana kemudian balik dan memanggil suaminya yang sedang berada di tambak tak jauh dari kebunnya.

“Tidak lama berselang suami saksi Salmiana bersama dengan warga lainnya, beranjak menuju kebun milik korban hingga akhirnya menemukan korban telah tergelatak berlumuran darah pada bagian kepala, ” terang Kasat Reskrim mengutip keterangan saksi.

Hasil pemeriksaan di TKP,  didapati korban mengalami luka sobek pada bagian telinga kanan, luka lubang pada dagu kanan, gigi rontok, luka sobek pada kepala bagian belakang.

“Saat petugas tiba di TKP, langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan, menangkap pelaku dan mengevakuasi korban bersama masyarakat dan membawa jenazah korban untuk dilakukan visum, ” jelas Kasat Reskrim.

Saat ini dijelaskan Kasat Reskrim,  tersangka telah ditahan di rumah tahanan Polres Tolitoli untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. (yus/cr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.