Terdakwa Korupsi KONI Palu Ajukan Banding

0
343

PALU – Dua terdakwa perkara korupsi penyalahgunaan dana hibah bantuan sosial (Bansos) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palu Tahun 2014-2015, Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi, akhirnya menggunakan kesempatan selama 7 hari yang diberikan majelis hakim pasca sidang putusan. Keduanya masih belum menerima putusan 5 tahun penjara dari majelis hakim.

Kesempatan itu mereka gunakan untuk menyatakan sikap berupa upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tengah. Melalui Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, kedua terdakwa datang memohonkan upaya hukum banding pada hari yang berbeda.

Humas PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Lilik Sugihartono SH, menyatakan terdakwa Djikra Garontina menyatakan upaya hukum banding tanggal 2 Januari 2018, yang datang menyatakan banding penasehat hukum dan keluarganya. Begitu juga dengan terdakwa Kasrianto Abdi. “Kalau upaya banding terdakwa Kasrianto Abdi, dimohonkan pada tanggal 4 Desember 2018,” ungkapnya kepada Radar Sulteng ditemui Senin (8/1).

Lanjut Lilik menjelaskan, kedua terdakwa yakni Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi menyatakan upaya hukum banding terhadap putusan pengadilan terkait perkara yang menjerat keduanya masing-masing. Djikra Garontina menyatakan banding terhadap putusan perkara No. 55/Pid.Sus-TPK/2017/PN.Pal, sementara Kasrianto Abdi perkara No.56/Pid.Sus-TPK/2017/PN.Pal yang dibacakan 28 Desember 2017 lalu.

“Dua nomor perkara ini, perkara korupsi yang menjerat keduanya. Yang sudah selesai disidangkan di pengadilan,” sebut Lilik lagi.

Dijelaskan Lilik, permohonan banding kedua terdakwa telah tercatat di Kepaniteraan Tipikor dengan nomor yang berbeda. Permohonan banding keduanya juga yang tercatat baru untuk perkara tindak pidana korupsi yang dimohonkan banding di 2018 ini.

Permohonan Banding terdakwa Djikra Garontina teregister dengan No. 1/ Akta.Pid.Sus-TPK/2018/PN.Pal, sementara terdakwa Kasrianto Abdi permohonan teregister dengan No. 2/Akta.Pid.Sus-TPK/2018/PN.Pal.

“Permohonan bandingnya sudah kita sampaikan ke jaksa penuntut umum. Dan JPU juga sudah menyatakan banding,” tandas Lilik.

Sebelumnya diberitakan kalau terdakwa Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi telah divonis bersalah. Djikra divoni 5 tahun penjara, di pidana denda Rp100 juta subsider 3 bulan, uang pengganti Rp287.040.000 subsider 1 tahun. Sementara terdakwa Kasrianto Abdi dipidana 5 tahun penjara dipidana denda Rp200 juta subsider 3 bulan, serta pidana tambahan uang pengganti sebesar Rp140.713.563 subsider 1 tahun penjara. (cdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.