Persoalkan Baju Adat, Format Unjukrasa Damai

0
275

TOLITOLI-Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Adat Tolitoli (Format) mendatangi markas Polres Tolitoli, Selasa (16/1) pagi.

Massa Format menggelar aksi damai di depan gerbang Polres Tolitoli. (Foto: Ahmad Hamdani)

Dengan mengenakan pakaian yang identik berwarna kuning, mereka menyuarakan aspirasinya terkait penanganan laporan pelecehan dan pelanggaran kearifan lokal yang sudah ditangani Korps Bhayangkara.

“Kami datang ke sini hanya untuk memberikan dukungan, support kepada polisi yang sudah menangani laporan kami tentang pelecehan dan pelanggaran kearifan lokal yang dilakukan Ketua DPRD Tolitoli,” ungkap Korlap aksi, Syarif Badar saat berorasi.

Aksi kali ini tidak berlangsung lama, menggunakan mobil pikap hitam, massa berkumpul di pintu gerbang Polres Tolitoli sekira pukul 10.15 wita, kemudian membubarkan diri pukul 11.00 wita. Aksi ini juga menjadi tontonan bagi ASN maupun honorer yang kebetulan lewat, maupun yang berdekatan dengan markas Polres.

Dikonfirmasi soal kasus dimaksud, Kabagops Polres Tolitoli Kompol H Amir menegaskan, kasus ini masih dalam penanangan lebih lanjut. Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. “Kami masih menangani kasus ini,” singkatnya di sela aksi.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Esty Prasetyo Hadi SH SIK menjelaskan, setelah melakukan penyelidikan, penyidikan, gelar perkara termasuk 3 saksi telah diperiksa, telah diketahui bahwa kasus pelecehan yang dilaporkan Format saat ini belum bisa mengarah pada penetapan tersangka. Sebab, lanjut Kasat, hingga kini kepolisian belum mendapatkan bukti yang cukup terkait upaya yang sudah dilakukan terlapor, dalam hal ini Andi Ahmad Syarif, selaku Ketua DPRD Tolitoli.

“Kita sudah periksa tiga saksi, dan silakan kalau ada yang mau menyampaikan bukti lain dalam kasus ini. Kami sudah berupaya maksimal, dan memang kami tidak menemukan bukti yang cukup,” urai Kasat di ruang kerjanya, kemarin (16/1).

Seperti diberitakan sebelumnya, Format melaporkan kasus pelecehan dan pelanggaran kearifan lokal setelah terlapor yakni Ketua DPRD Tolitoli, Andi Ahmad Syarif melakukan aksi buka baju adat di tengah orasi di sekitar kediaman rumah jabatan, bersama peserta demo soal Haji Hayun, 11 Desember 2017 lalu.(cr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.