Wabup Touna Bantah Penjualan Pulau di Togean

0
167

PALU–Wakil Bupati Tojo Unauna (Touna), Admin Lasimpala, memastikan penjualan sebuah pulau di wilayahnya hanyalah isu. Kabar penjualan pulau dengan sistem harga terbuka itu beredar melalui laman www.privateislandsonline.com.

Admin Lasimpala (Foto: Ilham Nusi)

Bantahan tersebut disampaikan Admin Lasimpala kepada Radar Sulteng, Rabu (17/1). Menurutnya, hal paling mungkin terjadi adalah pengalihan hak kepemilikan lahan secara pribadi yang dilakukan penduduk. Asumsi lain juga dimungkinkan seperti pinjam pakai lahan untuk kepentingan pariwisata.

“Misalnya ada warga menjual atau menyewakan kebunnya ke orang lain. Jadi bukan pulaunya secara utuh,” ujar Admin.

Ia menjelaskan, kepemilikan tanah-tanah adat atau warisan turun temurun di kepulauan Togean diakui Pemkab secara hukum. Selain itu, ada pula pemanfaatan lahan di kepulauan dengan status izin usaha pariwisata.

Terkait kepemilikan HGU di Tanjung Kramat, Kecamatan Walea Kepulauan oleh Mr Luca Moti dan istrinya Miss Simona yang diterbitkan Pemkab Poso (1993), Wabup memastikan tidak lagi diperpanjang.

Ia juga menyatakan Pemkab Touna telah memenangkan gugatan hukum yang dilayangkan Mr Luca Moti atas pendirian Pos Pemantauan di sekitar Tanjung Kramat. Dengan demikian, Tanjung Kramat bukan lagi kawasan yang diklaim private di kepulauan Togean.

Wabup kembali menegaskan bahwa tidak ada satupun pulau di Touna yang dijual. Fakta paling jelas yakni melihat dari kasus Mr Luca yang akhirnya pergi meninggalkan Tanjung Kramat.

“Dia (Mr Luca) benar pernah lama bermukim di Tanjung Kramat. Kalau pun dia menguasai, itu dalam konteks pemanfaatan, bukan pemilikan,” tegasnya.

Jika melihat deksripsi www.privateislandsonline.com, pulau yang dijual adalah Pulau Tojo Unauna dengan luasan 3.088,82 Hektare. Jaraknya hanya 10 menit dari pulau terdekat, Wakai.

Pulau itu dapat ditempuh dengan kapal dari Gorontalo dari Sulawesi Utara atau Makasar, Sulawesi Selatan, keduanya dapat dicapai dari kota-kota besar manapun di Indonesia seperti Jakarta.

Wabup lantas menyebut Togean terdiri 400an gugusan pulau berpenghuni maupun tidak. Jika yang dimaksud adalah wilayah kepulauan, artinya ada 6 kecamatan yang dijual dalam situs itu.

“Kalau 10 menit dari Wakai menggunakan speedboat, berarti yang dimaksud adalah Pulau Pangempa atau Pulau Kadidiri,” tandasnya.

Ia meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan isu penjualan pulau itu. Imbauan ini penting guna mencegah hal-hal yang sengaja diciptkan oknum-oknum dengan tujuan tertentu.

“Pulau itu milik negara, milik rakyat semua. Jadi tidak benar isu itu. Masyarakat jangan dampai terpengaruh,” sebut Admin.(ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here