Berharap Tidak Ada Lagi yang Jualan di Area Parkir Pasar Masomba

0
278

PALU – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu berharap para pedagang yang berjualan di Pasar Masomba, Kecamatan Palu Selatan, agar tidak ada lagi yang berjualan di area parkir luar kompleks pasar.

Pedagang di Pasar Masomba yang mulai menata barang dagangan dan tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan sekitar pasar tersebut. (Foto: Mugni Supardi)

Kepala Disperindag Kota Palu DR Farid Rifai MSi mengungkapkan, setelah peristiwa terbakarnya pasar Masomba 2017 lalu, pembangunan lokasi pasar yang dikhususkan untuk para pedagang tetap di pasar sudah selesai semuanya.

“Termasuk membuka akses jalan masuk ke dalam pasar pun sudah kita lakukan, karena sebelumnya akses masuk ke dalam pasar belum ada waktu itu, pembukaan akses jalan masuk ini melibatkan juga satuan TNI di bawah komando Dandim,” ungkapnya kepada Radar Sulteng saat ditemui Rabu (17/1).

Pelayanan sarana penunjang yang ada di pasar tersebut, merupakan bentuk dari keseriusan Disperindag dalam hal menata pasar Masomba menjadi yang lebih baik lagi.

“Bukan hanya pasar Masomba saja melainkan seluruh pasar yang menjadi wilayah kerja Disperindag kota,” sebutnya.

Dari keseriusan dalam penataan lokasi pasar menjadi bersih, indah, dan tertib ini pun, pihak Disperindag rutin melakukan koordinasi kepada para pedagang hampir setiap hari. Hal itu dimungkinkan agar tingkat keefektifan bisa terlihat dan terbangun kesadaran bagi para pedagang untuk tujuan membangun pasar yang lebih tertata lagi.

“Setiap hari ada tim kami ke lapangan yang selalu mengontrol atas arahan kami, namun yang namanya juga pedagang hanya manusia biasa, kadang dikasi tahu pagi ini sore nya kembali lagi,” cetusnya.

Selain itu, kata Farid, pedagang yang ditempatkan untuk bisa berjualan di dalam pasar itu bukan hanya khusus pedagang pakaian saja, melainkan juga pedagang yang berjualan campuran seperti penjual ikan, sayuran, daging, serta yang lainnya.

“Sudah kami sediakan tempatnya di dalam, ada los khusus jual ikan, sayur dan lainnya, dan berharap kepada pedagang ikan untuk tidak berjualan di atas trotoar jalan lagi,” bebernya.

Dengan jumlah pedagang yang terdaftar di Disperindag kota, yakni sebanyak 600 pedagang, dimungkinkan dapat menampung lokasi yang sudah di sediakan untuk berjualan. Namun melainkan, jika hal itu tidak memungkinkan atas keterbatasan dari lokasi yang ada, para pedagang bisa kita arahkan untuk berjualan di pasar-pasar yang ada di kota Palu.

“Jika tidak muat nantinya kita bisa giring pasar Talise, pasar Tavanjuka, dan pasar Petobo,” tutupnya.(cr7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here