Eksekusi Rumah di Jalan Jamur Ricuh

0
922
Salah seorang keluarga dari penghuni rumah yang diamankan petugas, karena mencoba melawan perintah eksekusi, Jumat (19/1). (Foto: Wahono)

PALU – Eksekusi lahan dan bangunan di Jalan Jamur, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat berlangsung ricuh. Keluarga yang merasa masih memiliki hak atas rumah tersebut mencoba bertahan, hingga akhirnya adu otot antara warga dengan petugas Pengadilan Negeri (PN) Palu serta kepolisian tidak bisa dihindarkan.

Perintah eksekusi tersebut sesuai dengan penetapan nomor 08/pen.Pdt/ anamaning.eks.HT/2017/PN Palu tertanggal 26 Oktober 2017, guna melaksanakan risalah lelang  no 096/2017 tanggal 4 April 2017. Pihak keluarga yang merasa masih memiliki hak atas rumah bernomor 70 ini, melakukan perlawanan dengan cara bertahan di dalam rumah. Beberapa kali kepolisian melakukan negosiasi, namun langkah tersebut tidak  pedulikan. Sehingga cara paksa dilakukan, bahkan aparat kepolisian mendobrak pintu rumah yang ditutup oleh pemilik rumah.

Diketahui, bahwa lahan dan bangunan seluas 230 meter persegi, dari pemilik tanah Mohammad Ansyar, setelah dibalik nama menjadi Andi Iwan pemenang atau pembeli lelang. Penghuni rumah, Hj Rabiah, menyampaikan, pihaknya hanya ditipu oleh pemilik SK, yang mana dirinya merasa telah membeli rumah tersebut dengan harga Rp 275 Juta kepada Moh Ansyar. “Saya sudah menempati rumah ini sudah empat tahun, sehingga saya akan melaporkan kasus ini ke ranah hukum,” ungkapnya.

Panitera PN Palu, La Ode Mulawarman SH MH menjelaskan, pemenang lelang Andi Iwan bermohon kepada pengadilan meminta agar rumah tersebut dilakukan eksekusi, karena yang menempati rumah tersebut tidak mau keluar. Namun kenyataannya, termohon Mohammad Ansyar selaku objek sengketa bukan dia yang tempati, dan yang menguasai adalah Hj Rabiah.

“Olehnya kita lakukan Anmaning dengan memanggil kedua belah pihak, namun termohon tidak pernah hadir. Dilakukan pertama 13 November 2017, 20 September 2017, dan keluarlah surat keputusan yang diputuskan oleh Wakil ketua PN Palu Ahmad Yasin SH  MH,” katanya.

Kapolsek Palu Barat, Ipda Sudirman menyampaikan, dengan dilakukan eksekusi, Polres Palu sebagai pihak pengamanan, melakukan negosiasi atas putusan hukum yang berlaku, berbagai upaya negosiasi dengan penghuni rumah namun tidak diindahkan. “Maka kami lakukan pemaksaan, karena apabila ini tidak dilakukan mereka telah melawan hukum yang sudah ditetapkan,” jelasnya. (who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here