Jalan Napu-Poso Rusak Berat

0
346

POSO – Pemerintah dan masyarakat kabupaten Poso terus mengeluhkan kondisi kerusakan jalan provinsi ruas Poso-Napu yang kondisinya masih rusak berat dan belum diperbaiki. Karena kondisinya rusak dan jumlah pendakian yang cukup terjal, jarak Poso-Napu sejauh 125 kilo meter tersebut kini harus ditempuh dengan kendaraan bermotor dalam waktu 5 jam. Padahal sebelumnya jarak tempuh menggunakan kendaraan bermotor hanya 3 jam.

Akibat jalanan rusak, mobil yang mengangkut sayuran dari wilayah Napu tujuan Poso terbalik. (Foto: Budiyanto)

Dari beberapa titik  yang mengalami kerusakan, lokasi terparah berada di titik pendakian Petondongia Desa Maholo kecamatan Lore Timur. Di titik jalan dengan pendakian atau tanjakan  yang cukup panjang dan terjal ini terdapat kerusakan cukup parah seperti lubang yang dalam  hingga mengakibatkan kendaraan harus rela mengantre sebelum melintas.

Camat Pamona Timur, Jery Gembu mengatakan, kondisi jalan rusak yang ada di jalur Poso-Napu sudah berlangsung lama. Menurutnya, selain faktor cuaca hujan yang terus terjadi, bantuan anggaran untuk perbaikan atau pemeliharaan dari pemerintah provinsi tidak maksimal. “Kondisi jalan rusak seperti ini sudah cukup lama. Khusus di pendakian Petondongia, akibat kerusakan jalan disertai tanjakan, sudah banyak mobil yang terbalik,” kata Camat Jery.

Disebutnya, selama 2 tahun terakhir menjabat camat Lore Timur, belum pernah sekalipun mendapatkan bantuan perbaikan jalan Poso-Napu dari provinsi. Padahal jalan yang dalam kondisi rusak sekarang merupakan akses jalan satu-satunya bagi para pedagang sayur untuk mengangkut hasil tani mereka ke Poso. “Kalau jalanan rusak seperti ini, otomatis ikut berpengaruh kepada harga sayur mayur,” jelas Camat.

Dalam kondisi musim hujan saat ini, terkadang mobil sayur banyak bermalam di jalan akibat mobil mereka tertanam lumpur atau terhalang longsoran. “Seingat kami perbaikan jalan jalur Poso-Napu terakhir dilakukan oleh dinas PU Provinsi pada tahun 2008 silam,” ujar Jeri.

Pemerintah setempat berharap baik Pemda atau Pemprov segera turun tangan untuk memperhatikan kondisi jalan yang selama ini menjadi jalur satu-satunya bagi warga Napu untuk mengangkut dan menjual hasil kebun yang selama ini menjadi sumber pencarian ekonomi mereka. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here