Gara-Gara Obat Nyamuk Lima Rumah Nelayan Terbakar

0
180

TOLITOLI – Warga Dusun Kampung Nelayan, Desa Sandana, pagi kemarin (23/1) panik, usai si “jago merah” melalap sedikitnya lima rumah, pukul 08.15 Wita.

Inilah salah satu rumah nelayan yang terbakar di Sandana Tolitoli, Selasa (23/1). (Foto: Moh. Sahar)

Dari data yang berhasil dihimpun Radar Sulteng, lima rumah semi permanen yang terbakar yakni milik Rajab (47) kepala dusun,  Abd. Mukti (45), Samsuddin (30), Asnawing (50), dan Pendi (30).

Kronologis kejadian disampaikan Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alqudusy SIK di lokasi kejadian didampingi Kasat Reskrim AKP Esti Prasetyo Hadi,  awalnya saksi mata Masita keluar dari rumah hendak menjemur pakaian dan pada saat itu saksi melihat kepulan asap yang disertai api dari ruang tengah kamar Wandi-anak dari kepala dusun.

Spontan, Masita langsung berteriak-teriak ‘kebakaran, kebakaran, kebakaran…., kemudian saksi korban Samsudin dan Abd. Mukti yang pada saat itu berada di rumah langsung menuju rumah Rajab dan hendak memadamkan api yang makin membesar.

Karena sulit dipadamkan, Samsudin dan Mukti kemudian berlari menuju rumah masing-masing, karena api ternyata sudah menjalar ke rumah mereka. Dan keduanya berusaha menyelamatkan barang-barang yang ada. Beruntung, api hanya membakar bagian dapur rumah Samsudin, Mukti, Asnawing dan Pendi.

Sekira pukul 08.25 Wita, anggota Polsek Galang tiba di tempat kejadian kemudian disusul mobil tanki milik TNI AL. Pemadaman dilakukan aparat Polsek dan TNI AL bersama masyarakat. Kebakaran, menyebabkan rumah kepala dusun ludes terbakar. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Lanjut Kapolres, dalam kejadian ini kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Rinciannya, rumah kepala dusun habis terbakar beserta isinya termasuk surat-surat penting  dengan nilai kerugian mencapai Rp 150 juta.

Korban Abd Mukti bagian dapur dan mengalami kerusakan pada bagian pintu dan jendela dengan total kerugian  mencapai Rp 10 juta.

Korban Asnawing, Samsudin dan Pendi Jiga mengalami kebakaran pada bagian atap dapur dengan nilai kerugian sekitar Rp 5 juta.

“Dari informasi  tambahan di TKP dan para saksi, api diduga berasal dari ruang tengah tepatnya dari kamar Wandi. Wandi sendiri mengakui bahwa saat ia berangkat ke sekolah, obat nyamuk bakar di dalam kamarnya masih menyala. Dan saksi Masita, orang  pertama yang melihat api membenarkan perihal asal muasal kebakaran,” beber kapolres.

Api berhasil dipadamkan dengan bantuan mobil water canon milik Polres Tolitoli, TNI AL, dan mobil dinas PDAM dan PU.

Dalam upaya pemadaman personel Lanal Tolitoli juga menurunkan anggotanya untuk memadamkan api yang dipimpin langsung komandan Lanal Tolitoli  Letkol laut Hendry Ballo yang dibantu warga setempat untuk memadamkan Api dengan alat seadanya.

Dalam kebakaran itu kerugian belum bisa ditaksir dan tidak ada korban luka maupun korban jiwa.

Apa baru berhasil dipadamkan pukul 09.00.(cr5/cr4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here