Kasi Penanaman Modal Morowali Utara Tewas Bersimbah Darah

0
1026

MOROWALI UTARA – H Najamudin langsung lemas saat mendapati Megawati Sabola (30) tergeletak tak bernyawa, Kamis (25/1) sore. Anak bungsunya itu menjadi korban pembunuhan di rumahnya sendiri Jalan Kuda Laut, Kelurahan Bahoue, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Jenazah Megawati pegawai Kantor Penanaman Modal dan Perizinan Morut dibawa ke rumah sakit, Kamis (25/) malam. (Foto: Ilham Nusi)

Megawati adalah Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Penanaman Modal pada Dinas Penananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Morut.

Dari pantauan wartawan Radar Sulteng di tempat kejadian perkara, peristiwa itu kali pertama diketahui anak korban, Faqih (4) sekira pukul 17.00. Ia lalu melaporkan kepada kakeknya.

“Pintu terkunci dari dalam. Saya lewat jendela,” kata Najamudin kepada petugas Kepolisian Sektor Petasia dan Polres Morowali di lokasi kejadian.

Sementara itu, sejumlah petugas melakukan identifikasi. Tampak tubuh korban bersimbah darah tengkurap di ruangan tengah rumahnya. Saat itu, korban menggunakan daster warna biru putih.

Beberapa saat selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Kolonodale. Tangis warga yang berada di lokasi pecah saat mobil jenazah membawa jazad wanita berhijab itu.

Kapolres Morowali AKBP Edward Indharmawan EC yang tiba di lokasi kejadian beberapa kali mengamati isi rumah korban. Sesaat kemudian, Kapolres tampak berkoordinasi dengan Kapolsek Petasia Iptu Masiara.

“Korban mengalami luka parah di bagian leher dan luka sayatan di bagian atas mata sebelah kanan,” ujar Kapolres usai keluar dari ruang jenazah RSUD Kolonodale.

Kapolres belum memastikan korban akan dioutopsi ke RS Bhayangkara Palu. Tindakan lanjut itu masih menunggu persetujuan keluarga korban.

“Kapolsek masih menunggu izin keluarga. Saya ingin tegaskan, pelaku akan kita ungkap secepat mungkin,” sebut Edward.

Di lingkungan kerjanya, korban yang akrab disapa Mega ini dikenal ramah. Korban kali terakhir bersama rekan-rekannya usai apel pagi.

“Dari kemarin saya dan Mega sudah janjian mau ke pasar. Kami memang selalu bersama. Tapi tumben hari ini dia tidak tunggu saya,” kata Nurul Baedah, rekan kantor Mega kepada Radar Sulteng di RSUD Kolonodale, Kamis malam.

Nurul menuturkan, usai apel, Mega dibonceng seseorang yang juga rekan kantornya. Namun hanya sampai di pasar saja. Selanjutnya, Mega diduga menggunakan jasa ojek.

“Saya tidak ikut apel, lambat datang. Tapi biasanya dia selalu tunggu saya kalau mau ke pasar,” tandasnya.

Nurul maupun rekan kantornya merasa sangat terpukul. Mereka seakan belum percaya jika ibu satu anak itu telah pergi selamanya.

“Rasanya tidak percaya,” kata Nurul terus terisak sedih.

Tadi malam keluarga korban akhirnya setuju jenazah Megawati akan di outopsi di RS Bhayangkara. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.