Pembunuh Sadis ASN di Morut Belum Terungkap

0
2157

MORUT – Jenazah Megawati Sabola Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Morowali Utara (Morut) korban pembunuhan sadis telah dikebumikan di Kampung Bugis, Kelurahan Kolonodale, Kecamatan Petasia, Morowali Utara, Jumat (26/1) siang.

Di rumah berpengaman garis polisi ini, Megawati Sabola mengalami penganiayaan hingga berujung maut, Kamis (25/1). Di dalamnya, Tim Inafis Polres Morowali sedang melakukan olah TKP. (Foto: Ilham Nusi)

Proses outopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Palu terhadap korban pembunuhan itu, dibatalkan pihak keluarga.

Defridas Sabola, paman korban mengatakan pembatalan outopsi itu dilakukan setelah ambulance yang mengantar jenazah Megawati tiba di Kolaka, Mori Atas.

Megawati semasa hidup yang dikenal ramah dan mudah bergaul. (Foto; Ist)

“Nofri (kakak korban) minta ambulance balik arah. Padahal ayahnya sudah tandatangani surat izin outopsi ponakan saya ini,” jelas Defridas saat ditemui Radar Sulteng di depan rumah Megawati, Jumat sore.

Menurut Sekretaris Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Daerah Morut itu, outopsi akan membantu pihak kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan Kepala Seksi Pengawasan Penanaman Modal pada Dinas Penananaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Morut tersebut.

Meski pengungkapan pelaku pembunuhan ponakannya itu mendapat hambatan, namun Defridas berharap kepolisian mampu bekerja cepat.

“Kami berharap pelakunya segera terungkap,” pungkasnya.

Sementara itu, di rumah pribadi korban aksi keji yang terungkap pada Kamis (25/1) sore itu tampak Tim Inafis Polres Morowali tengah sibuk bekerja. Tak kurang dari 5 personel, tim ini dipimpin Kepala Unit Reg Iden Polres Morowali, Iptu Ramses.

Berdasrkan pantauan Radar Sulteng, Iptu Ramses tampak merapikan dua bungkus kantongan kertas warna cokelat hasil olah tempat kejadian perkara. Sementara seorang anggota Inafis terlihat mengambil belasan kantongan plastik bening baru, kemudian berjalan ke dalam rumah tempat pembunuhan terjadi. Sejumlah personel Polsek Petasia tampak berada di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kepolisian Resor Morowali AKBP Edward Indharmawan EC yang dikonfirmasi Radar Sulteng, menjawab belum dapat diwawancarai.

“Maaf, saya masih dalam perjalanan. Signal telepon naik turun,” jelas Edward melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, Kapolres mengatakan pengungkapan kasus pembunuhan ini akan mengalami kesulitan jika tidak dibantu outopsi. Sebab tidak ada saksi maupun rekaman CCTV yang membantu proses penyelidikan terhadap pelakunya.

“Korban (Megawati) luka parah di leher. Dengan outopsi, dokter bisa mengetahui pelakunya kidal atau tidak,” ujar Edward menjelaskan mengapa outopsi sangat dibutuhkan dalam kasus ini.

Di lingkungan kerjanya, korban yang akrab disapa Mega ini dikenal ramah. Korban kali terakhir bersama rekan-rekannya usai apel pagi.

“Dari kemarin saya dan Mega sudah janjian mau ke pasar. Kami memang selalu bersama. Tapi tumben hari ini dia tidak tunggu saya,” kata Nurul Baedah, rekan kantor Mega kepada Radar Sulteng di RSUD Kolonodale, Kamis malam.

Nurul menuturkan, usai apel, Mega dibonceng seseorang yang juga rekan kantornya. Namun hanya sampai di pasar saja. Selanjutnya, Mega diduga menggunakan jasa ojek. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.