TAJUK | Polisi Jangan Beri Ruang bagi Para Pelaku Kriminal

0
528

AKSI pembegalan pernah marak di Kota Palu. Ketika itu, tak kenal siang maupun malam, para begal beraksi memangsa korban. Melukai dengan sadis menggunakan parang, panah, maupun benda tajam yang lain. Rasa aman warga terusik. Warga harus berpikir berulang-ulang untuk keluar rumah pada malam hari menggunakan sepeda motor. Itu terjadi sekitar tahun 2016 silam.

Berkat tindakan represif yang dilakukan polisi terhadap para pelaku, aksi begal dan jambret perlahan mereda. Dalam waktu yang agak lama, kota ini kembali relatif aman. Meskipun masih terjadi tindakan kriminal di jalanan tetapi tidak semassif sebelumnya. Ini berarti, jika aparat tegas dan masyarakat waspada, para pelaku begal akan berhitung berulang-ulang sebelum melakukan aksinya.

Karena itu, aparat dan masyarakat tidak boleh lengah. Sebab para pelaku kriminal hanya menunggu waktu dan kesempatan. Kasus pencurian dan kekerasan yang berhasil digulung Sat Reskrim Polres Palu, Sabtu 27 Januari, mengonfirmasikan bahwa ancaman terhadap keamanan masyarakat tidak pernah benar-benar selesai.

Tiga pelaku yang berhasil diringkus diketahui sudah berulang-ulang beraksi. Bahkan mereka menggunakan modus mengaku sebagai anggota polisi untuk memperdaya korbannya. Belum lagi peristiwa-peristiwa kriminal lainnya yang tidak dilaporkan ke polisi. Semisal, aksi jambret atau kekerasan yang biasa menimpa para pengendara yang melintas di Jalan Soekarno-Hatta pada malam hari. Jalur ini termasuk rawan dengan aksi kekerasan.

Meskipun situasi keamanan di Kota Palu saat ini secara umum cukup baik tapi masyarakat harus tetap waspada. Aparat kepolisian harus tetap bekerja keras memantau wilayah-wilayah yang kerap menjadi lokasi para begal dan jambret melakukan aksinya. Informasi yang diperoleh dari perlaku yang berhasil diamankan wajib terus dikembangkan sebagai upaya deteksi dini terhadap peluang terjadinya gangguan yang mengancam keselamatan publik.

Jangan beri ruang bagi para pelaku kriminal untuk melakukan konsolidasi. Sindikasi mereka harus dipecah. Tentu ini bukan tugas aparat semata-mata. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Terutama warga yang mendapat legalitas dan mandat khusus dari pemerintah Kota Palu untuk menegakkan ketertiban dan keamanan di lingkungan.

Selain mengawasi kos-kosan yang dinilai menjadi tempat asusila dan perselingkuhan sebaiknya juga memantau kos-kosan yang menjadi tempat kumpul orang-orang yang patut dicurigai sebagai pelaku kriminal. Baik pesta narkoba maupun tempat merencanakan aksi-aksi kekerasan, pencurian, dan sejenisnya. Jika ini berjalan maka ruang gerak bagi para pelaku kriminal di Kota Palu akan makin sempit dan kota ini akan makin aman. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here