Keroyok Pasien, Tiga Perawat RSUD Madani Ditetapkan Jadi Tersangka

0
866

PALU – Tiga orang oknum perawat RSUD Madani akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek Palu Utara, terkait kasus pengeroyokan terhadap pasien jiwa di rumah sakit tersebut. Mereka adalah Losaende (49), Fendi Pradana (37) dan Ronal Steven Lapoliwa (32).

Ilustrasi

Salah seorang tersangka, yakni Losaende tercatat merupakan salah satu perawat yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sedangkan dua lainnya berstatus honorer. Saat ini ketiga pelaku tersebut telah mendekam di jeruji tahanan Polsek Palu Utara. Ketiganya disangkakan dengan pasal 170 KUHP dengan amcaman hukuman penjara maksimal lima tahun enam bulan.

Kapolsek Palu Utara, Iptu La Ata SH mengatakan, pihaknya dua hari terakhir belum mendapatkan kabar dari pihak korban untuk berunding menyelesaikan persoalan ini. Sehingga pihak kepolisian mengambil langkah untuk melanjutkan kasus ini dan telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka kasus pengeroyokan.

“Kami sudah proses dengan melakukan pemeriksaan kepada ketiga pelaku ini,  dan saat ini ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya, ditemui di Mapolsek Palu Utara, Rabu (7/2) kemarin.

Sementara dari hasil visum yang diterima Polsek Palu Utara, La Ata menyatakan, jika korban menderita luka di bagian mata dan gigi, dimana terdapat dua gigi palsu yang terlepas dan satu gigi asli jatuh. “Hasilnya sudah kami terima, dan memang benar ada tanda kekerasan kepada pasien,” katanya.

Kapolsek Palu Utara mengatakan, apabila ada itikad baik dari kedua belah pihak untuk berdamai maka harus mengikuti kembali  prosedur yang berlaku.

“Sampai saat ini pihak keluarga korban belum mencabut laporannya jadi kita proses, tetap kita lanjutkan sesuai prosedur yang ada. Semua tergantung dari kedua belah pihak, kalau belum ada pencabutan laporan maka kami tahan pelaku pengeroyokan ini, sebab sebagai jaminan kami sesuai dengan laporan, ”  tegasnya.

Sementara itu, sejumlah sumber di RS Mamboro membantah jika itu disebut sebagai aksi pengeroyokan oleh perawat kepada pasien di Rumah Sakit tersebut. Menurut sumber itu, aksi itu terjadi sebagai tindakan spontanitas perawat dalam membela diri.

Menurutnya, perawat berusaha mengendalikan pasien yang mengamuk dengan memukul secara membabi buta kepada perawat. Perawat lainnya berusaha melerai pemukulan yang dilakukan pasien, namun justeru perawat itu yang kena sasaran amukan.

Paska kejadian itu. pihak RSUD Madani, sempat menjenguk pelaku di ruang tahanan Polsek Palu Utara, terlihat kawan dan keluarga membawa nasi bungkus menuju ruang tahanan. (cr8/who)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.