Om Dul Kembali Dirutankan, Kakak Pingsan

0
800

PALU – Usai menjalani sidang, Rabu (7/2) kemarin terdakwa Abdul Rahman M Rifai alias Om Dul, kembali dieksekusi untuk menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Palu. Pasalnya terdakwa yang dibantarkan sejak 29 Desember 2017 lal karena alasan hingga kemarin telah menunjukan kondisi yang sehat.

Kakak kandung terdakwa yang jatuh pingsan ketika diangkat untuk diantar ke ruang observasi PN Palu, Rabu (7/2). (Foto: Sudirman)

Terdakwa Abdul Rahman Rifai alias Om Dul terjerat perkara tindak perlindungan anak, karena diduga melakukan perbuatan asusila terhadap korban RR anak di bawah umur. Proses eksekusi terdakwa berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu.

Dalam pelaksanaan eksekusi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sempat adu mulut dengan salah satu penasehat hukum terdakwa yakni Fajrin SH. Dia (Fajrin) berkeras dan menolak tim JPU diantara Jaksa Salma Deo SH  dan Mariani SH untuk membawa terdakwa kembali ke rutan.

Alasannya, terdakwa masih dalam keadaan sakit dan masih perlu untuk dirawat. Meski demikian terdakwa tetap dieksekusi dan digiring ke mobil tahanan untuk di bawa ke Rutan.  “Bawa saja dulu ke Rutan, kalau pihak rutan menolak tentunya kita juga tidak akan menahan,” kata Jaksa Salma Deo memerintahkan jaksa lainnya.

Sedianya eksekusi itu dilakukan guna melaksanakan penetapan majelis hakim saat terdakwa kembali dibantarkan  untuk kedua kalinya sejak dikabarkan sakita tanggal 29 Desember 2017 lalu.  Salma Deo menerangkan eksekusi mengembalikan terdakwa ke dalam rutan adalah kewenangan jaksa jika kondisi terdakwa telah benar benar membaik.

“Tidak ada penetapan pencabutan pembataran, hanya dalam surat penetapan pembantaran yang dikeluarkan awal januari  lalu, pada poin dua sudah sekaligus ditegaskan bahwa jika telah sembuh terdakwa harus dikembalikan ke rutan,” jelasnya.

Sejak dari saat dibantarkan itu, kurang lebih sebulan terdakwa berada di luar Rutan. Bukan hanya itu yang menjadi alasan terdakwa kembali dieksekusi, kondisi terdakwa yang sudah sehat menurut jaksa adalah alasan utama pelaksanaan eksekusi.  Dalam pelaksanaannya terdakwa saat itu berada di pengadilan bersama mantan istri, dua kakak kandungnya serta keluarga lainnya. Keluarga korban RR juga berada di PN.

Mengetahui Abdul Rahman Rifai akan dikembalikan ke Rutan, salah satu kakaknya tiba-tiba histeris dan jatuh pingsan. Kondisi itu mengundang perhatian pengunjung sidang lainnya. Terhadap kakak terdakwa selanjutnya mendapat pertolongan dari sejumlah pegawai pengadilan.

Untuk terdakwa sendiri akhirnya pun bersedia untuk dieksekusi. Hingga jam 20.00 tadi malam, dikabarkan pihak rutan telah benar benar menerima terdakwa Abdul Rahman Rifai untuk kembali menjalani penahanan.

“Ini baru saja pulang dari Rutan. Ia pihak rutan telah menerimanya,” tegas Salma.

Sidang perkara tindak pidana perlindungan anak ini akan kembali dilanjutkan pada pekan mendatang. Majelis hakim memberikan kepada JPU untuk mempersiapkan tuntutannya bagi terdakwa Abdul Rahman M Rifai alias Om Dul. (cdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.