Nelayan di Kampung Lere Diimbau Waspadai Buaya

0
475

PALU – Warga Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat diimbau agar tetap waspada terkait keberadaan  buaya yang kerap muncul di muara sungai Palu, yang masuk wilayah kelurahan tersebut.

Salah seorang nelayan ikan yang tengah mencari ikan di laut, menyadari juga bahwa Buaya sebagai ancaman atas pencarian ikan di sungai dan laut. (Foto: Moh. Rizal)

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kelurahan Lere, Efendi, SSos mengatakan, bahwa Pemerintah Kelurahan Lere telah sering mengimbau dan memperingati warganya agar tetap berhati-hati akan bahaya yang akan datang. “Bahaya yang akan datang secara tiba-tiba, kalau buaya tiba-tiba menerkam tanpa kita sadari,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Kamis kemarin (8/2).

Sebab, kata Efendi, rata-rata warga dari Kelurahan Lere itu untuk mata pencarian sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan, baik nelayan udang maupun nelayan ikan. “Kalau nelayan ini kan sering berada di sungai atau di laut,” sebutnya.

Sementara untuk buaya sendiri, untuk tempat tinggal dan mencari makan saja, tidak berada jauh dari keseharian para nelayan untuk mencari ikan dan udang. “Biasanya untuk buaya sendiri sering bertepi di bawah Jembatan IV dekat muara, entah Buaya yang berkalung ban itu atau buaya lainya, yang jelas saya pernah melihat ada sekitar tiga ekor,” bebernya.

Dengan adanya buaya yang menetap dan bahkan hidup di sekitar aliran sungai dan laut itu, Pemerintah Kelurahan Lere pun telah mengupayakan melakukan komunikasi kepada pihak terkait, agar dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan. “Namun hingga sampai saat ini belum ada sikap resmi dari pihak terkait atas masalah ini, sebelumnya sudah ada penyampaian dari pihak terkait yang mengatakan bahwa, agak sulit untuk menangkap buaya yang ada di sekitaran sungai dan laut itu, bahkan juga di katakan mau nangkapnya Buaya itu pakai apa,” ujar Efendi.

Sementara untuk berbuat banyak, pihak Kelurahan Lere tidak pula memiliki dukungan anggaran yang lebih untuk membuat semacam papan-papan imbauan kepada masyarakat sekitar. “Yah, anggaran kita itu lebih banyak ke penganggaran ATK saja mas, untuk anggaran tentang Buaya tidak ada mas,” sebutnya.

Untuk itu, Efendi mengharapkan, agar kiranya pemerintah terkait dapat menanggulangi persoalan buaya yang sudah banyak berada di sekitar sungai dan pantai, terutama buaya yang sering hidup dan menetap disekitaran Jembatan IV, Kelurahan Lere. “Agar warga yang tengah melakukan aktifitas keseharian di pantai dan sungai tidak terganggu dengan kehadiran buaya tadi,” tutupnya. (cr7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here