Soal Dokteroid, Polisi Minta Keterangan Dua Saksi Ahli

0
287

BANGGAI – Penyidik satreskrim polres Banggai, terus mengembangkan kasus dokteroid dengan terlapor Abdullah Louis.

Ilustrasi (@radarsolo)

Kasat Reskrim Polres Banggai, AKP Adrian Rizky Lubis, SIK kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (8/2) kemarin mengatakan, penyelidikan kasus dokteroid yang dilaporkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Luwuk, dr. Riza Nasution, terus dilakukan.

“Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, atas kasus dokteroid yang dilaporkan Ketua IDI Kabupaten Banggai dengan terlapor Abdullah Louis,” ucapnya.

Perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi ini menyebutkan, dari sejumlah saksi yang diperiksa, ada dua orang yang berstatus sebagai saksi ahli. Meski AKP Lubis enggan menyebutkan nama dua saksi ahli tersebut, namun dia mengatakan instansi asal kedua saksi dari dinas kesehatan kabupaten Banggai dan pengurus Asosiasi Herbalis Nasional Indonesia.

“Mereka masih diperiksa,” katanya singkat.

Ketika ditanyakan kronologis laporan polisi dan pasal yang dijerat terhadap sang dokteroid itu, perwira polisi yang belum lama melaksanakan tugas di Luwuk ini mengatakan, sebagaimana laporan polisi yang dibuat dr. Riza Nasution, ketua IDI Kabupaten Banggai, organisasi ikatan dokter Indonesia cabang Banggai menyatakan, keberatan atas tindakan operasi yang dilakukan Abdullah Louis, yang katanya tidak sesuai prosedur dan standar kedokteran.

“Organisasi IDI juga menolak Abdullah Louis disebut dokter, karena pendidikannya bukan dari fakultas kedokteran sebagaimana tertulis dalam kartu nama yang beredar di media sosial,” jelasnya.

Atas laporan tersebut, sang dokteroid Abdullah Louis terancam dengan pasal berlapis yakni pasal 77 jo pasal 73 (1) dan pasal 78 jo pasal 73 (2), yang ancaman pidananya maksimal 5 (lima) tahun.

Sementara dari pantauan koran ini, Abdullah Louis masih menjalani ditahan di ruang tahanan polres Banggai guna mempertanggung jawabkan perbuatannya. (stv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here