Dua Bandar Sabu Dituntut 8 Tahun Penjara

0
234

PALU – Tuntutan pidana selama 8 tahun penjara diganjarkan kepada terdakwa Aziz Tallo alias Aziz dan terdakwa Yusran alias Yus dalam sidang tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Jumat (9/2) kemarin.

Ilustrasi (@jpnn.com)

Keduanya merupakan terdakwa perkara dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu seberat 2,3220 gram, yang diperiksa dengan dua berkas terpisah. Saat sidang tuntutan itu, turut hadir istri terdakawa Yusran alias Yus.

Tuntutan 8 tahun penjara yang dibacakan jaksa Zainur Arifin Syah SH, membuat istri terdakwa Yusran alias Yus tak kuasa menahan kesedihannya. Di persidangan istri Yusran alias Yus bahkan harus meneteskan air matanya. Sidang terdakwa Azis Tallo dan Yusran alias Yus dipimpin Demon Sembiring SH MH.

Zainur Arifin Syah dalam surat tuntutannya menyatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti secarah sah dan meyakinkan dengan percobaan atau pemufakatan jahat melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 bukan tanaman. “Yakni jenis sabu-sabu, sebanyak dua paket plastik klip bening berisi sabu dengan berat brutto 2,3220 gram,” ungkapnya di dalam persidangan.

Lanjut Zainur perbuatan kedua terdakwa telah terbukti bertentangan dengan ketentuan pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan kesatu. Sehingga selain tuntutan pidana penjara selama 8 tahun, Azis Tallo dan Yusran juga dituntut pidana denda sebesar Rp. 1 Miliar, subsider 6 bulan penjara.  “Pidana ini dikurangkan dengan penahanan yang selama ini telah dijalani terdakwa,” terang Zainur.

Tuntutan pidana, yang diganjarkan kepada keduanya telah berdasarkan pertimbangan yang memberatkan dan yang meringankan dari perbuatan terdakwa selama pembuktian didalam persidangan. Yang memberatkan perbuatan kedua terdakwa tidak mendukung program dalam hal pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Khusus terdakwa Azis Tallo, yang juga memberatkan ialah dia mempersulit jalannya persidangan dan mencabut beberapa keterangannya di persidangan.

“Sementara pertimbangan meringankan terdakwa berlaku sopan dipersidangan, dan kedua terdakwa belum pernah dihukum,” kata JPU lagi membacakan surat tuntutannya.

Untuk barang bukti (babuk) sebagaimana dalam tuntutan JPU, dari poin 1-27 di antaranya sabu, handpone, alat isap, buku tabungan dan CCTV dirampas untuk dimusnakan. Sementara babuk dari poin 28-43 diantaranya dokumen surat motor dan kwitansi pembayaran dinyatakan tetap terlampir dalam berkas perkara. Sedangkan babuk dari poin 44-48 diantaranya 53 lembar uang Rp 100 ribu, 1 unit mobil dan 1 unit motor dirampas untuk negara.

Terhadap tuntutan JPU tersebut, kuasa hukum kedua terdakwa Bohari SH, di hadapan majelis hakim meminta kesempatan selama sepekan untuk pembelaan. Rencananya kedua terdakwa dan penasehat hukumnya akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis.

Selanjutnya Demon Sembiring  yang didampingi dua hakim anggota Erianto Siagian SH MH dan Elvin Adrian SH MH, menjadwalkan untuk sidang pembelaan, Kamis (15/2) pekan mendatang. Aziz Tallo dan Yusran merupakan terdakwa Narkotika yang ditangkap tim BNNP Sulteng Agustus 2017 silam di salah satu rumah di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga. (cdy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here