Ratusan Rumah di Buol Rusak Berat Diterjang Banjir

0
1171

BUOL -Intensitas hujan di kabupaten buol dalam sepekan terakhir cukup tinggi. Beberapa kecamatan dan desa mengalami banjir dan tanah longsor akibat diterjang banjir. Di Desa Lintidu Kecamatan Palele dikabarkan banjir bandang yang terparah dalam 5 tahun terakhir.

Rumah penduduk rusak parah di Desa Lintidu. (Foto: Rustam)

Kamis (8/2) ratusan rumah penduduk  rusak berat, serta beberapa fasilitas umum, fasilitas pendidikan dan rumah ibadah. Di samping itu tanah longsor menimpa dua warga yang tewas tertimbun longsoran di Desa Bodi Kecamatan Gadung.

Desa Lintidu merupakan kawasan lokasi tambang rakyat sudah dievakuasi tim SAR Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) ke tempat yang aman menyusul banjir susulan masih terus terjadi. “Saya bersama petugas bencana masih melakukan evakuasi untuk menyelamatan warga ketempat yang aman,”Jelas Camat Palele Nirwan Olii  via telepon kepada Radar Sulteng Jumat (9/2).

Dia mengatakan akibat banjir kerugian warga belum bisa diprediksi karena banjir susulan masih terus terjadi air hujan yang mengalir dari pegunungan sebagian besar meluap dari sungai bercampur lumpur merembet masuk keperkampungan. Beruntung tidak ada korban jiwa, di samping itu akses jalan transulawesi terputus dan jaringan telekomunikasi di desa itu tidak normal.

Kondisi ini hanya terjadi di satu desa saja, desa lain tidak terkena dampaknya. Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, kurang lebih 10 rumah warga yang mengalami rusak berat yakni, Desa Lintidu diterjang banjir lumpur dan material batu, potongan kayu dan kondisi cuaca masih terus hujan.

Untuk bantuan sosial bencana alam, dinas tehnik baru sebatas mendirikan tenda-tempat bagi pengungsi. “Kita masih berupaya mengevakuasi warga ke tempat pengungsian supaya tidak tinggal di rumah dulu,” ujar Camat Nirwan. (tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here