Banjir Putuskan Akses Jalan di Basidondo Tolitoli

0
1244

TOLITOLI–Banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Basidondo, pada Minggu kemarin, mengakibatkan putusnya akses transportasi darat dari dan ke luar daerah Kota Tolitoli.

Banjir memutus akses jalan, tampak kondisi banjir di Desa Marisa dan Silondou Kecamatan Basidondo yang terjadi pada Minggu kemarin (11/2). (Foto: Yuslih) 

Pasalnya, tinggi genangan air pada beberapa titik tertentu pada jalur trans Sulawesi membuat kendaraan harus terhenti menunggu hingga banjir surut.

Seperti yang terjadi di Desa Marisa, Silonduo dan Sibaluton kecamatan Basidondo. Tiga desa ini mengalami banjir yang cukup tinggi, ketinggian air bisa mencapai dada orang dewasa. Meski demikian warga menganggap kondisi seperti itu biasa terjadi di Desa mereka.

“Sudah biasa seperti ini pak, bahkan sebelumnya pernah terjadi banjir yang lebih besar. Kalau kita disini biasa saja. Yang susah itu kalau kebetulan kenderaan yang lewat disini pas banjir, pasti tertahan disini,” terang tokoh pemuda Desa Marisa Moh Izun saat dihubungi kemarin (11/2).

Dikabarkan pada hari Minggu kemarin, kondisi jalan Trans Sulawesi Desa Marisa sejak sekitar pukul 08.00, hingga pukul 14.00, arus banjir setinggi pinggang orang dewasa, telah melumpuhkan akses transportasi dari Palu menuju Tolitoli dan sebaliknya. Kenderaan yang melintas di jalan ini, khususnya roda dua terpaksa harus digotong oleh warga dengan imbalan Rp15 ribu per kenderaan.

“Terpaksa harus digotong, kalau tidak, bisa membahayakan, karena arusnya deras, belum lagi kalau dipaksakan, bisa macet karena air masuk knalpot. Bayar Rp15 ribu tidak masalah, asal selamat,” aku Budiman warga Desa Buntuna setelah melintas di jalan tersebut.

Ia menjelaskan, akibat banjir tersebut, telah menciptakan antrean panjang kenderaan roda empat, dari dua jalur berlawanan, sebab jika dipaksakan, bisa kemasukan air, sebab ketinggian air mulai dari seukuran pinggang hingga mencapai dada orang dewasa.

“Bisa lewat, asal berani tanggung resiko jok mobilnya basah, sebab ada beberapa kenderaan yang nekad, ternyata airnya masuk membasahi jok mobil. Kecuali mobil truk, karena tinggi,” terang Budiman.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Silondou, ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa, terpaksa harus menguji kesabaran warga yang melintas untuk menunggu hingga banjir surut. Sebab jalan Trans Sulawesi pada dataran rendah desa tersebut, telah memutus sementara akses jalan. Bahkan ada warga yang terpaksa mengurungkan niat untuk melanjutkan perjalanan. Sebab jika melanjutkan, masih terdapat beberapa titik jalan yang tergenang banjir cukup tinggi.

Hingga pukul 16.00 sore kemarin, dikabarkan genangan banjir di tiga desa tersebut belum surut, bahkan kawasan Kecamatan Basidondo, Lampasio, Dondo hingga kota Tolitoli dan sekitarnya masih diguyur hujan yang cukup deras. (yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.