Terbongkar! Jual-beli Bayi, Pelakunya Dokter

0
271

POLISI di Maharashtra, India, pada Selasa (6/2) menangkap seorang dokter Arun Bhupal Patil. Dia ditangkap bersama istrinya karena diduga menjual bayi yang baru lahir di kota Kolhapur.

Arun Bhupal Patil (@Mid-day.com)

Tersangka menjual dua bayi selama tiga bulan dengan harga Rs 2 lakh atau sekitar Rp 40 juta setiap bayinya.

Kepala Komite Kesejahteraan Anak Priyadarshini Chorage mengatakan, Patil berdalih hanya membantu perempuan yang belum menikah namun hamil. Usai si perempuan melahirkan, bayinya lantas dijual dan semua uang hasil penjualan diserahkan kepada ibu bayi.

Menurut Chorage, Patil mengaku menjual bayi baru lahir kepada sebuah keluarga di Chhattisgarh pada 23 Desember 2017 dengan harga Rp 40 juta. “Bayi lainnya, dijual ke pasangan di Mumbai namun dia belum mengungkapkan rinciannya,” terangnya dikutip dari hindustantimes, Minggu (11/2).

Anggota Otoritas Sumber Daya Adopsi Pusat atau Central Adoption Resource Authority (CARA) dan Unit Perlindungan Anak Distrik (DCPU) sebelumnya menggerebek rumah sakit tempat dr Patil bekerja. Menurut petugas kepolisian, dr Patil diduga terlibat dalam perdagangan bayi perempuan dan anak. Kini polisi masih meneliti sindikat pergadangan bayi dan anak yang lebih besar.

Sebelumnya, keluhan dalam kasus ini diajukan oleh Sagar Namdev Date, anggota DCPU Kolhapur. Kasus tersebut sedang diselidiki oleh asisten inspektur polisi (API) Pradnya Chavan dari kantor polisi Shivajinagar di Ichalkaranji. “Kami telah menemukan rekening bank bersama atas nama ibu anak itu dan dr Patil, masih memiliki Rs 2 lakh yang dibayarkan untuk anak tersebut. Kami sedang menyelidiki masalah ini lebih lanjut,” kata API Chavan.

Sementara itu, salah satu ibu yang rela bayinya dijual rupanya masih berusia 17 tahun dari Sangli yang hamil di luar nikah dengan pacarnya. Dia adalah anak perempuan dari orang tua petani miskin dan ketika dokter tersebut menawarkan rencana penjualan bayi, dia menerimanya.

“Dia hamil empat bulan saat dia mendekati dokter. Dia tidak bisa menjalani aborsi, jadi dia menyarankan pilihan ini padanya,” kata Pradnya Chavan.(jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here