ASN Dilarang Selfie dengan Peserta Pilkada

0
378

MOROWALI-Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Morowali yang akan berlangsung pada Juni 2018 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melakukan MoU bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terkait larangan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Morowali untuk terlibat pada politik praktis.

Bupati Morowali Anwar Hafid, saat menandatangani MoU bersama Panwaslu Morowali pada Senin kemarin (12/2) terkait netralitas ASN pada Pilkada 2018 . (Foto: Helman Kaimu)

Penandatangan MoU tersebut, berlangsung di Kantor Bupati Morowali pada Senin kemarin (12/2). Pada kegiatan penandatangan ini, disaksikan langsung oleh ketua Panwaslu Kabupaten Morowali Ruslan beserta pejabat Pemkab Morowali.

Dalam sambutannya, Bupati Morowali Drs Anwar Hafid menyerukan bahwa mulai sekarang setiap ASN mulai dari tingkat Desa hingga tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak boleh lagi terlibat pada politik praktis. Hal tersebut ditegaskan, karena adanya aturan yang melarang bahwa setiap ASN tidak boleh ikut terlibat dalam dunia politik.

“Saya mengingatkan kepada seluruh ASN, agar berhati-hati. Jangan sampai kalian terlibat dalam politik praktis, pada kegiatan kampanye politik meskipun ASN masih diberikan hak dalam menentukan pilihanya,” pesan Anwar Hafid kepada seluruh ASN yang berada di bawah kepemimpinannya.

Untuk itu, Anwar Hafid mengimbau kepada seluruh ASN lingkup Pemkab Morowali agar tidak berperan aktif mengomentari sesuatu yang sifatnya politik jelang Pilkada di media sosial (medsos). Dengan adanya MoU bersama Panwaslu Kabupaten Morowali ini, Bupati Morowali dua periode tersebut meminta kepada seluruh ASN agar tidak lagi aktif mengomentari medsos.

“Mulai sekarang, tidak usah lagi aktif mengomentari di medsos yang terkait dengan Pilkada. Jangan berselfie dengan kandidat, terus di upload gambarnya. Jangan like atau menyukai status yang berbau pilkada di Facebook. Kalau bisa saya menyarankan, ASN yang masuk dalam group facebook yang selalu membahas tentang Pilkada atau Politik agar kiranya keluar dari group itu. Sebelum merugikan diri kalian sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutan Ketua Panwaslu Morowali Ruslan mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tindaklanjut MoU Bawaslu RI bersama Komisi ASN dan KemenPAN-RB mengenai Netralitas ASN dalam Pilkada Serentak diseluruh Kota/Kabupaten di Indonesia. Ruslan menambahkan,lembaga  Panwas dibentuk untuk melakukan pengawasan pada seluruh proses tahapan pilkada, mulai dari awal sampai akhir penetapan calon kepala daerah.

“Kami akan terus memantau dan mengawasi ASN yang ikut dalam kegiatan politik praktis, apalagi yang sangat aktif dan terang terangan di media sosial mendukung salah satu kandidat,”tegasnya.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.