TKA di IMIP Tewas Tercebur di Kolam Limbah Panas

0
1358

MOROWALI- Kecelakaan kerja kembali terjadi. Seorang karyawan di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Site Morowali tewas saat melaksanakan tugas. Kali ini yang menjadi korban dari insiden kecelakaan kerja tersebut yakni tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok.

Jenazah TKA asal Tiongkok yang berhasil dievakuasi dari kolam limbah panas. (Foto: Ist)

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, insiden kecelakaan kerja yang menewaskan TKA bernama Zhang Cha terjadi pada Minggu (11/2). Awalnya pada pukul 08.00 wita, korban sedang me-las salah satu pipa saluran air pendingim limbah panas (Granular Lounder).

Saat melakukan pengelasan itu, posisi korban tepat berada di atas kolam penampungan limbah panas. Korban juga dilengkapi dengan pengaman. Namun naas sekitar pukul 08.30 wita, secara tiba-tiba air pendingin limbah panas keluar dari pipa tersebut.

Alhasil, semburan air yang keluar dari pipa itu langsung menghantam tubuh korban. Lantaran semburan itu sangat deras, pengaman yang melekat di tubuh korban terlepas hingga membuat korban hilang kendali dan akhirnga korban tecerbur ke dalam kolam limbah panas tersebut dan tubuh korban langsung melepuh.

Melihat insiden tersebut, beberapa karyawan yang menyaksikan kejadian ini langsung meminta pertolongan untuk menyelamatkan korban. Akan tetapi nyawa korban tidak bisa lagi diselamatkan karena mengalami luka bakar yang cukup mengenaskan.

Dikonfirmasi terkait insiden ini, Koordinator Media Relation PT IMIP, Dedy Kurniawan membenarkan adanya insiden kecelakaan kerja yang menewaskan satu TKA asal Tiongkok itu. Dia mengatakan, bahwa saat ini pihaknya sudah mengurus terkait proses pemulangan korban ke kampung halamannya.

“Iya benar. Korban (Zhang Cha,red) meninggal di TKP. Saat melakukan pengelasan, korban dilengkapi dengan pengamanan. Hanya saja, lantaran semburan air yang cukup kuat membuat pengaman korban terlepas hingga korban tercebur ke kolam penampungan limbah panas dan membuat korban meninggal di tempat. Semua biaya pemulangan korban, perusahaan yang tanggung,”ungkap Dedy saat ditemui Senin kemarin (12/1).(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.