Paleleh Diterjang Banjir dan Longsor

0
414

BUOL-Bencana alam banjir yang menimpa beberapa desa di wilayah Kabupaten Buol, khususnya di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Paleleh dan Paleleh Barat butuh perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol maupun beberapa perusahaan swasta.

Banjir di Paleleh disertai bebatuan yang mengepung desa. (Foto: Ist)

Banjir kali ini sangat parah dan butuh keseriusan berbagai pihak untuk menanganinya. Termasuk di wilayah beroperasinya perusahaan tambang PT Bina Daya Lahan Pertiwi (PT BDLP).

Kini, bantuan kemanusiaan terus mengalir untuk didistribusikan ke lokasi bencana, baik tenda-tenda pengungsian, bantuan logistik berupa sembako dan pakaian serta selimut dibagikan kepada warga yang terkana musibah banjir bandang yang menerjang empat desa, yaitu Desa Lintidu, Harmoni, Tayokan dan Mulangato.

Beberapa hari yang lalu telah memporakporandakan perkampungan ratusan rumah-rumah penduduk, fasiltas pendidikan, rumah ibadah, serta infrastruktur jalan desa rusak berat. Demikian juga fasilitas jalan transportasi darat di beberapa titik mengalami longsor, sehingga akses jalan lumpuh, dan sulit dilalui kendaraan.

“Saat ini, Pemkab Buol masih terus menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang mengalami musibah bencana alam, ” ungkap Wakil Bupati Buol Abdullah Batalipu SSos MSi kepada Radar Sulteng, Selasa (13/2).

Dikatakannya, pihaknya telah memerintahkan kepada dinas teknis untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena musibah di empat desa tersebut. Bantuan berupa logistik sembako dan tenda-tenda pengungsian didirikan untuk ditempati warga.

Ditambahkannya, Desa Harmoni merupakan daerah yang terparah diterjang banjir, yang disertai lumpur menggumpal, hingga merusak bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya. Dengan kondisi seperti ini, perlu menjadi perhatian serius untuk dilakukan relokasi terhadap warga. Dengan pertimbangan, desa tersebut tidak nyaman lagi untuk ditempati karena posisi gunung yang sering longsor setiap hujan turun, dan dibawa air masuk ke perkampungan, meski dibuatkan tanggul pengaman tetap tidak berfungsi. Desa Harmoni berpenduduk kurang lebih 1.500 jiwa.

“Jalan satu-satunya pemkab akan melakukan pendekatan dan berkoordinasi dengan masyarakat, agar bisa setuju direlokasi ke tempat yang aman yang tidak jauh dari desa tersebut, “tandas Abdullah Batalipu.(tam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here