TAJUK | Pentingnya Keselamatan Kerja bagi Pekerja/Buruh

0
490

SAAT ini pemerintah sedang melakukan audit terhadap kasus-kasus kecelakaan kerja yang terjadi dalam pembangunan proyek infrastruktur. Kejar tayang ditengarai sementara sebagai salah satu faktor yang menstimulus terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa. September 2017 lalu, pembangunan gedung RS Undata Palu juga menelan korban. Seorang pekerja/buruh tewas akibat tertimpa tower crane yang patah.

Kasus kecelakaan kerja terbaru terjadi di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Site Morowali. Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok meninggal secara mengenaskan. Ia tercebur ke dalam kolam limbah panas saat sedang melakukan pengelasan. Ini bukan kasus pertama di lingkungan PT IMIP Morowali. Desember 2017 terdata, seorang pekerja/buruh PT Sulawesi Mining Investement (IMI) tergilas mesin pabrik saat membersihkan dan memperbaiki mesin padle mixer di area smelter. Ada pula kasus pekerja/buruh yang tewas terlindas forklip.

Rangkaian peristiwa di atas tidak bisa diterima sekadar sebagai musibah atau bagian dari risiko pekerjaan. Benar bahwa kematian merupakan takdir yang tidak bisa dihindari oleh setiap makhluk tapi harus pula ada upaya dari pihak perusahaan untuk secara sungguh-sungguh melakukan langkah-langkah pencegahan dan tindakan penanggulangan. Faktor-faktor yang potensial memicu terjadinya kecelakaan kerja mesti diminimalkan sedemikian rupa.

Pengawasan terhadap para pekerja/buruh tidak boleh sebatas hal-hal yang terkait dengan produktivitas dengan mengabaikan pengawasan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Kedua bentuk pengawasan tersebut harus berjalan secara pararel. Sebab bila satu perusahaan hanya mengejar produktivitas pekerja/buruh dengan mengabaikan keselamatan dan kesehatannya maka dalam jangka panjang perusahaan tersebut dipastikan akan merugi. Kerugian secara ekonomi maupun kerugian karena menurunnya reputasi perusahaan yang abai terhadap keselamatan.

Ke depan, kita berharap agar pekerja/buruh yang bekerja di lingkungan PT IMIP Morowali lebih terjamin aspek keselamatannya. Kasus-kasus kematian yang terjadi beberapa kali mesti menjadi evaluasi bagi manajemen dan pekerja/buruh itu sendiri. Standar operasional prosedur (SOP) yang ada harus benar-benar diikuti dan dipatuhi. Untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan tingkat risiko yang tinggi mesti mendapat pengawasan yang lebih ketat. Kebiasaan kejar tayang yang kerap kali mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan harus ditiadakan sama sekali.

Dengan adanya kasus-kasus ini pengawas ketenagakerjaan sebaiknya sudah turun ke lapangan. Memeriksa dan memastikan berjalannya syarat dan prosedur yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan mesti taat terhadap aturan-aturan keselamatan. Pemerintah dapat berperan dan melakukan intervensi terkait kewajiban terpenuhinya sistem keselamatan dimaksud. Jangan biarkan pekerja/buruh terus-menerus menjadi korban untuk suatu hal yang sebetulnya bisa dicegah bila semua prosedur dijalankan dan terpenuhi.  (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.