Tokoh Agama dan Masyarakat Tolak ATM Kondom

0
256

PALU – Rencana penempatan ATM Kondom secara legal di Kota Palu, mendapat reaksi baik dari kalangan tokoh agama maupun masyarakat.

Ilustrasi

Usulan akan dibuatnya ATM kondom yang direncanakan akan ditempatkan di sejumlah tempat hiburan dan hotel-hotel yang ada di Kota Palu kini menuai kecaman dan penolakan secara tegas oleh tokoh Agama yang ada di Kota Palu.

Penolakan itu dilakukan disebabkan jika benar Pemerintah akan membuat aturan yang melegalkan ATM Kondom, maka dengan sama saja dengan membiarkan secara terang-terangan penggunaan kondom.

Menurut Ketua Presidium Forum Umat Islam Sulawesi Tengah Ustad Hartono, pandangan Agama Islam sangat jelas melarang yang namanya perzinahan dan sebagainya. Pasalnya, secara tidak langsung dengan pembuatan ATM Kondom atau pun sejenisnya di tempat umum seperti hotel dan tempat hiburan lainnya, maka itu sudah menyalahi keyakinan sejumlah agama yang sepakat tidak membenarkan penyebaran kondom. Yang mana hal itu akan merusak moral anak bangsa.

“Penempatan ATM Kondom itu sangat menyalahi aturan Agama, yah karena yang namanya ATM kan semua orang bisa gunakan termasuk anak kecil atau anak di bawah umur,” ungkapnya saat dihubungi via telepon Selasa (13/2).

Ia juga menambahkan yang menjadi kekhawatiran dan keresahannya adalah ketika para pelajar SMP, SMA bahkan pemuda yang ada di Kota Palu dengan mudah dan bebas mendapatkan kondom, maka mereka akan berpikir jika kalau menggunakan kondom hubungan layaknya suami istri itu diperbolehkan, walaupun belum adanya ikatan pernikahan. Bahkan terkesan didukung pemerintah.

“Inilah yang justru merusak generasi muda kita saat ini. Sebab dengan pembagian kondom secara gratis tanpa adanya pengawasan yang ketat oleh pemerintah dan orang tua maka akan banyak pemuda yang akan melakukan hal tercela tersebut,” katanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dakwah Islam Indonesia (Madina) Palu, Ustad Ali Firdaus menyebutkan, cikal bakal rusaknya generasi pemuda serta banyaknya perempuan yang hamil diluar nikah karena pemuda menganggap hubungan badan itu boleh, asal menggunakan kondom. Padahal hal ini sangatlah menyalahi aturan Agama serta norma-norma kebudayaan yang ada di Kota Palu.

Ia berharap agar kiranya Pemerintah lebih memperhatikan secara ketat dan kontinyu terhadap apa saja dampak negatif jika akan dibukanya ATM Kondom di hotel maupun tempat hiburan lainnya. “Baiknya pemerintah pikirkan kembali soal rencana pembuatan ATM kondom, sebab kasihan generasi muda kita yang akan rusak hanya karena merajalelanya perzinahan,” harapnya.

Lalu bagaimana respons masyarakat. Dari sejumlah anggota masyaraka yang ditemui Koran ini, rata-rata memberi respons penolakan secara keras dan tegas. Mereka menganggap bahwa dengan adanya rencana tersebut, secara tidak langsung akan memberikan ruang bebas kepada mereka yang senang akan rencana itu.

“Saya tidak sependapat dengan rencana itu, secara tidak langsung akan melegalkan penyebaran kondom secara sengaja,” kata Ridwan, salah seorang warga di Kelurahan Lere.

Menurut pria yang keseharianya sebagai nelayan itu, seharusnya terobosan yang harus dilakukan bukan dengan pemberlakuan penetapan ATM kondom di segala tempat-tempat hiburan dan sejenisnya. Melainkan dengan cara memberi penanggulangan agar bagaimana warga bisa lebih jauh dan terhindar dari pemakaian yang sejenisnya.

“Kok seperti itu mereka, seharusnya tidak memberi ruang kepada kita, kalau ini keliatanya memberi ruang kepada kita semua,” kata Ridwan ditemui di sela-sela kesibukannya Senin (12/2).

Hal senada juga di sampaikan oleh salah seorang Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemkot Palu, mengatakan bahwa seharusnya peran dari Pemkot Palu tidak menyetujui akan rencana tersebut.

“Kok intansi terkait malah mengiyakan atas pembenaran yang disampaikan oleh anggota DPRD Kota Palu,” sebut ASN yang tidak ingin namanya dikorankan.

Kemudian, dia pun menambahkan, dengan belum adanya pemberlakuan penempatan ATM kondom saja, sudah banyak warga yang telah menyalahgunakan penggunaan kondom yang semestinya.

“Apalagi kalau ditempatkan secara legal, bisa antrian orang ke sana nantinya,” bebernya.

Dia berharap agar rencana dari adanya pemberlakuan penetapan ATM Kondom di tempat-tempat hiburan, meski perlu ditinjau ulang kembali. Sebab, hal itu secara tidak langsung akan berdampak sekali dengan masa depan generasi masa depan bangsa, terutama warga Kota Palu.

“Jangan sampai anak kita, ikut rusak akibat adanya rencana ini, jika sayang kepada anak kita, tolong pemerintah terkait agar tidak menerima rencana tadi,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Pansus pembahasan Raperda Penanggulangan HIV/AIDS DPRD Palu, Drs H  L Effendy, menyatakan, penyebaran HIV/AIDS di Palu sudah sangat mengkhawatirkan. Menurutnya hingga 2017 ini sudah ada 624 kasus HIV/AIDS di Kota Palu.

Terkait dengan itu, Effendy mengusulkan penempatan ATM Kondom di Hotel-Hotel dan tempat hiburan.

“HIV/AIDS ini adalah penyakit yang sangat luar maka perlu cara yang luar biasa untuk menanganinya,” kata Effendy.

Dikatakan, usulan  ini pasti akan menimbulkan pro kontra karena seakan-akan ada legalisasi perzinahan. Namun kata Anggota DPRD dari Demokrat ini, sudah tidak ada cara lain untuk menekan penyebaran HIV/AIDS.

Effendy mengatakan, kondom masih menjadi salah satu untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS.

“Sekarang ini yang harus kita pikirkan supaya   tidak ada lagi penderita HIV/AIDS yang baru. Cukuplah 624 orang itu,” kata Effendy.

Dikatakan Effendy selain ATM Kondom, bagi-bagi jarum suntik kepada pengguna narkoba dan adanya lokalisasi menjadi jalan keluar untuk mencegah HIV/AIDS.

Sementara Kadis Kesehatan Kota Palu dr Royke Abraham menyatakan, tujuan dibuatnya Perda ini adalah memutus penyebaran HIV/AIDS.

“Program dari Perda ini akan menyasar kepada populasi kunci yang rentan terkena HIV/AIDS, seperti PSK, waria, Pekerja tempat hiburan malam,” kata Royke.(cr3/cr7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here