Lagi, Kepala Sekolah Dipukul Pakai Kaca Meja

0
1079

BOLAANG MONGONDOW – Kekerasan kepada guru yang berujung meninggalnya Ahmad Budi Cahyono, guru SMAN 1 Torjun, Sampang, masih hangat. Lantas muncul kasus serupa di Sulawesi Utara. Kali ini Kepala SMPN 4 Lolak, Bolaang Mongondow Astri Tampi harus dirawat setelah mengalami penganiayaan oleh DP alias Mart, wali salah satu murid SMPN 4 Lolak.

Foto Kepala Sekolah SMP 4 Lolak terluka akibat dianiaya wali salah satu siswanya yang sudah tersebar di media sosial facebook (FB). (@Capture from Facebook)

Cerita penganiayaan ini bermula saat Astri memanggil anak Mart. Tujuannya untuk mengklarifikasi kasus beredarkan kabar anak SMPN 4 Lolak yang membawa alat tes kehamilan di sekolah. Saat itu Mart datang ke sekolah pada Selasa (13/2) pagi. Astri dan Mart lantas bertemu di ruang kepala sekolah.

Saat diterangkan maksud dan rencana pembinaan untuk anaknya, Mart tidak terima. Dia lantas menendang meja kaca yang ada di hadapan Astri. Tidak hanya itu, Astri lantas dipukul menggunakan meja kaca tersebut. Aksi penganiayaan belum berhenti. Astri mengaku sempat ditendang setelah dipukul menggunakan meja kaca.

Akibat aksi kekerasan ini Astri mengalami luka di tangan, wajah, serta kepala bengkak. Dia saat ini dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUP Prof dr RD Kandou Malalayang, Manado. Sementara Mart mendekam di tahanan Mapolsek Lolak. Dia dijerat pasal 351 KUHP ayat 1 dengan ancaman kurungan maksimal lima tahun.

Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi menegaskan tidak terima atas penganiayaan wali murid kepada Kepala SMPN 4 Lolak itu. Dia mengatakan akan menjalankan investigasi dan menggunakan biaya sendiri untuk mendalami kasus itu. ’’Di negara ini harusnya sekolah menjadi lingkungan yang aman,’’ katanya di Jakarta kemarin (14/2). Baik itu untuk murid, guru, dan aparatur di lingkungan sekolah lainnya.

Dia mengatakan seharusnya orangtua bisa menahan diri ketika anaknya mendapatkan pembinaan oleh sekolah. Unifah menegaskan pada prinsipnya orangtua itu menitipkan anaknya untuk didik di sekolah. Menurut Unifah pada kasus yang terjadi di SMPN 4 Lolak itu sanksi, pembinaan, atau hukuman belum sempat dijatuhkan kepada siswa.

Unifah menuturkan saat ini sedang berkomunikasi dengan Komisi X DPR. Diantaranya tujuannya adalah untuk menggodok adanya undang-undang tentang perlindungan guru. Dia menuturkan di UU 14/2015 tentang Guru dan Dosen sudah ada ketentuan soal perlindungan guru. Namun belum maksimal. Guru dalam mendidik siswa sering dihadapkan dengan pelanggaran hukum untuk anak-anak.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengungkapkan dirinya telah memerintahkan Ispektur Jenderal Kemendikbud Daryanto untuk turun langsung ke Lolak, Manado untuk menyelidiki apa yang terjadi. ”Mungkin hari ini (kemarin,Red) sudah ada di TKP,” katanya pada Jawa Poskemarin.

Kemendikbud akan menunggu laporan Daryono untuk menentukan langkah. Muhadjir mengatakan, bila perlu Kemendikbud akan mengusahakan bantuan hukum pada Astri. ”Bilamana posisi korban dirasa kurang menguntungkan,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Menurut muhadjir, yang dilakukan oleh wali murid terhadap Asri adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi. ”Mestinya termasuk pelanggaran berat karena yang jadi korban guru yang tengah menjalankan tugas profesinya,” ungkapnya. (wan/tau)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.