Nasabah Bank BTPN Tolitoli Merasa Ditipu

0
819

TOLITOLI–Menyadari telah terjadi dugaan penipuan, puluhan dari ratusan nasabah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tolitoli yang merasa telah mengalami kerugian, Rabu (14/2)  melakukan aksi mendesak aparat kepolisian untuk melakukan proses hukum serta menuntut agar managemen BTPN bertanggung jawab atas kerugian yang dialami nasabah BTPN.

Aksi yang dilakukan Amnah Alhadad dan kawan-kawan, di depan Mapolres Tolitoli, desak kepolisian segera menyelidiki dugaan kejahatan perbankan, yang diduga dilakukan managemen BTPN Tolitoli. (Foto:Yuslih)

Sebelum secara resmi melaporkan masalah tersebut ke Polres Tolitoli, peserta aksi yang dikuti puluhan nasabah tersebut mendatangani kantor BTPN di Jalan Usman Binol untuk meminta penjelasan sekaligus pertanggung jawaban. Namun sayang, hingga sekitar satu jam lamanya berorasi di depan kantor tersebut, tak satupun pihak BTPN yang menemui mereka, hingga akhirnya massa aksi berjalan menuju Mapolres guna mendesak dilakukannya proses hukum atas perlakuan yang merugikan dan dirasakan para pensiunan.

Amnah Alhadad, salah seorang korban sekaligus koordinator aksi saat berorasi di depan pintu masuk Mapolres Tolitoli mengungkapkan, selama bertahun-tahun managemen BTPN telah melakukan penipuan dan kecurangan terhadap ratusan nasabah.

“Besaran bunga perjanjian dalam kontrak pinjaman para pensiunan yang disepakati, setelah berjalannya masa cicilan yang dipotong langsung dari gaji, tidak lagi sesuai dengan yang dipotong. Pihak BTPN memotong melampaui angka bunga yang disepakati, sehingga angsuran kami, terhitung hanya dimasukan dalam potongan bunga bank. Ini jelas penipuan, kejahatan perbankan terhadap nasabah,” ungkap Amnah.

Amnah juga membeberkan, ketika mempermasalahkan kasus tersebut kepada pimpinan BTPN Cabang Tolitoli, pimpinan BTPN tidak menampik terjadi masalah, bahkan ia diajak untuk ‘berdamai’ agar tidak mempersoalkan masalah ini dengan iming-iming seluruh kreditnya akan diputihkan managemen BTPN.

“Saya dibujuk untuk tidak mempermasalahkan kasus ini, dengan imin-iming seluruh jumlah kredit saya akan diputihkan, asal saya tidak ribut,” ungkap Amnah lagi.

Usai melakukan orasi, seluruh peserta aksi, kemudian oleh Kabag Ops Polres Tolitoli Kompol Hi Amir yang menerima langsung aksi tersebut, menuntun para korban untuk memasukan laporan secara resmi kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) sekaligus menyerahkan semua bukti pendukung untuk ditindak lanjuti.

“Kami terbuka menerima teman-teman sekalian. Silakan masukan laporannya untuk ditindak lanjuti,” ujar Kabag Ops.

Suwardi Masyhur salah seorang pensiunan yang menjadi nasabah BTPN, ketika ditemui di halaman Mapolres menjelaskan, bunga bank yang diterapkan oleh BTPN telah melenceng dari kontrak perjanjian yang ditanda tangani bersama saat dilakukan akad kredit.

“Saat penanda tanganan akad kredit, bunga yang tertuang dalam kontrak perjanjian sebesar 1,35 persen, namun seiring waktu berjalan bunganya berubah secara sepihak, berubah menjadi 1,977 persen tanpa sepengetahuan saya. Dengan begitu, cicilan yang selama ini saya bayarkan hanya masuk sebagai pembayaran bunga,” beber Suwardi.

Diungkapkannya, pada tahun 2015 ia mengajukan kredit sebesar Rp 116 juta, dengan jangka waktu pinjaman selama 126 bulan, dengan besaran angsuran Rp 928,6 ribu perbulan. Selama 33 bulan ia membayar angsuran, menurutnya semestinya besaran utang yang telah dibayarkan sebesar Rp 30,3 juta dan tersisa 93 bulan dengan besaran Rp 85,6 juta. Namun saat dilakukan perhitungan sisa utang masih sebesar Rp 104 juta.

“Jadi selama ini pembayaran angsuran lebih besar masuk ke bunga, ketimbang pokok pinjaman. Saya baru menegetahui ini setelah melakukan pengecekan, kebetulan saya mau melakukan take over,” jelas Suwardi.

Tidak didapatkan keterangan dari pihak BTPN, sebab saat dicoba meminta keterangan, tak satupun petugas yang bersedia memberikan klarifikasi. Bahkan ketika mencoba menemui pimpinannya, didapatkan jawaban, pimpinan mereka sedang tidak berada dikantornya.

“Mohon maaf pak, pimpinan sedang tidak ada,” singkat salah seorang staf BTPN saat ditanya.(yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.