Terperangkap di Pulau Sombori, Tim Gabungan Polri Akan Evakuasi Hiu Raksasa

0
560

MOROWALI-Hingaa saat ini, satu ekor hiu raksasa (Whale Shark) masih terperangkap di kawasan Pulau Sombori, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali. Ikan hiu Praksasa tersebut, terjebak di dalam laguna antara gugusan Pulau Sombori, kurang lebih seminggu lamanya.

Inilah hiu raksasa yang terdampar di Pulau Sombori, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali. (Foto: Ifan Bente)

Melihat kondisi hiu raksasa langka ini akan mengalami kematian jika lama hidup di dalam laguna karena kekurangan makanan, Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pangkalan Bitung Pos Banggai, wilayah kerja (wilker) Kabupaten Morowali serta Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar wilker Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng) mencoba mengeluarkan hiu raksasa tersebut dari laguna yang berada dalam gugusan Pulau Sombori.

Selama dua hari lamanya, PSDKP Pangkalan Bitung Pos Banggai wilker Kabupaten Morowali dan BPSPL Makassar wilker Kendari berupaya semaksimal mungkin untuk mengeluarkan hiu raksasa dari dalam laguna. Namun, usaha mereka tak kunjung berhasil karena dangkalnya air laut serta banyaknya batuan karang yang berukuran raksasa yang menghalangi tubuh besar hiu paus itu untuk melintas.

Tidak berhasilnya PSDKP wilker Kabupaten Morowali dan BPSPL wilker Kendari, membuat tim gabungan aparat kepolisian dan pecinta alam mencoba mengevakuasi hiu raksasa jantan berukuran kurang lebih 4,2 meter ini agar bisa keluar dari laguna yang tidak mempunyai banyak stok makanan untuk digunakan hiu paus ini dalam bertahan hidup.

Tim gabungan Polri yang peduli terhadap populasi habitat bawah laut yang terancam punah ini, terdiri dari Polres Morowali, Polda Sulteng dan Mabes Polri. Ketiga instansi dibawah naugan Polri ini, masing-masing mempunyai perwakilan.

Sementara dari Polda Sulteng, diwakili Kombes Pol Drs Aries Syarief Hidayat. Dari Mabes Polri, belum diketahui pasti siapa yang akan ikut serta mengevakuasi hiu paus yang terjebak didalam laguna sekitar gugusan Pulau Sombori tersebut. Namun, dari informasi yang didapatkan bahwa yang mewakili Mabes Polri yakni istri dari Brigjen Pol Hengkie Karnavian loura bernama Titin yang mempunyai hobi diver (selam).

Selain itu, dalam evakuasi hiu paus ini tim gabungan Polri juga melibatkan dua lembaga selam yakni Persatuan Olahraga Selam se-Indonesia (Posisi) yang mana dipimpin langsung oleh ketua umum bernama Sarwedi serta Sombori Diving Club (SDC) Morowali yang mana diketuai oleh Kasmudin.

Kapolres Morowali Edward mengatakan, mereka sangat antusias untuk menolong hiu raksasa yang terperangkap dalam laguna di Pulau Sombori tersebut. Sebab, semakin lama whale shark ini berada dalam laguna maka semakin besar kemungkinan hiu langka dan terancam punah ini akan mati kelaparan karena kurangnya stok makanan.

“Besok (hari ini, red), kami akan berupaya semaksimal mungkin mengeluarkan hiu paus itu dari dalam laguna. Mudah-mudahan, besok cuaca mendukung. Kasihan kalau hiu itu lama berada di dalam laguna, akan mati nanti. Disana makanan yang disukai hiu ini sangat terbatas. Mudah-mudahan dengan usaha yang kami lakukan, bisa menyelamatkan nyawa hiu raksasa itu, “ungkap Kapolres.(fcb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.