Warga Kayumalue Tertangkap Edarkan Sabu di Poso

0
2376

POSO-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso kembali berhasil menangkap satu orang pengedar Narkoba jenis sabu berinisial IH (30) dalam sebuah operasi pemberantasan pada Minggu (11/2) lalu.

Kepala BNNK Poso, Max Tungka, saat memeberikan keterangan pers, menjelaskan babuk dan tersangka kasus narkoba, Kamis (15/2). (Foto: Budiyanto)

Dari IH yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, BNNK Poso mengamankan 3,64 gram sabu-sabu sebagai barang bukti. 3,64 gram barang haram tersebut dikemas dalam 19 paket kecil siap edar dengan nilai total sebesar Rp 6 juta.

Kamis (15/2) sore, tersangka dan barang bukti sabu dihadirkan dalam keterangan pers. Hasil tangkapan ini merupakan yang pertama kali BNNK Poso di tahun 2018.

Kepala BNNK Poso, Max Imanuel Tungka, menjelaskan tersangka IH merupakan salah satu pengedar narkoba yang sudah lama diincar institusinya. Sebelum tertangkap, IH sudah pernah sekali mengedar sabu ke Poso namun lolos dari pantauan BNNK.

“Begitu pengakuannya. Bahwa ini merupakan kali ke dua tersangka membawa dan akan mengedarkan sabu di Poso,” sebut Max.

Max kemudian membeber soal kronologis tertangkapnya IH, warga Kayumalue Kecamatan Palu Utara tersebut. Kata dia, IH ditangkap tim berantas BNNK di sebuah rumah makan depan pasar baru Poso Kelurahan Lembomawo, setelah tiga hari dibuntuti dari kediamannya di Kayumalue, Palu dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion.

Penangkapan berhasil dilakukan berkat informasi dari seorang informan. Pada Jumat (9/2), informan yang identitasnya dirahasiakan menginformasikan kepada BNNK kalau IH akan berangkat ke Poso dengan membawa barang yang diduga sabu.

Dari informasi tersebut, tim berantas narkoba berangkat ke Palu untuk melakukan pengintaian. Benar, pada Sabtu (10/2), IH meninggalkan rumahnya di Kayumalue untuk berangkat menuju Poso. Tim berantas BNNK pun membuntutinya hingga tersangka singgah dan menginap di Desa Tambarana Kecamatan Poso Pesisir Utara. Pada Minggu (11/2) pagi IH melanjutkan perjalanan menuju Kota Poso.

“Setelah dipastikan bahwa TO kita ini membawa sabu, tim sergap berantas kita terus membuntutinya. Begitu momennya tepat saat TO singgah makan di rumah makan depan pasar sentral baru, kita langsung menyergap dan menangkapnya tanpa perlawanan,” ungkap Max.

IH ditangkap bersama istrinya. Tapi sang istri kemudian dilepas BNNK Poso karena dalam pemeriksaan tidak terbukti terlibat sebagai pelaku pengedar sabu. Selain sabu seberat 3 gram lebih, tim sergap berantas narkoba juga mengamankan barang bukti lain dari IH yaitu satu buah alat hisap sabu, empat buah macis gas, satu buah HP Samsung, satu buah sendok sabu, empat buah botol kecil, dan satu buah tas pinggang warna hitam.

Tak hanya sebagai pengedar, tersangka IH juga terbukti sebagai pemakai karena dari hasil tes urine yang bersangkutan positif mengonsumsi sabu. Atas perbuatannya, tersangka IH dijerat dengan pasal berlapis yakni lasal 112 ayat (1), pasal 114 pasal (1), dan pasal 127 ayat (1) Undang-undang Narkotika dengan acaman hukuman empat sampai 12 tahun penjara.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.