Anies Dianggap Dapatkan Perlakuan Diskriminatif

0
594
Potongan adegan saat seseorang yang diduga anggota Paspampres, menahan Anies Baswedan yang hendak mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan piala kepada Persija. (Foto: Capture from Youtube)

JAKARTA – Sebuah video pendek dari malam final Piala Presiden 2018 kemarin, Sabtu (17/2) tiba-tiba viral. Video itu memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilarang Paspampres ikut rombongan Presiden Joko Widodo naik ke podium untuk menyerahkan piala kepada tim juara.

Dalam video berdurasi 15 detik itu, Anies jelas terlihat berjalan paling belakang saat rombongan presiden meninggalkan tribun VVIP menuju podium. Dalam rombongan itu sendiri ada Menpora Imam Nahrawi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkopolhukam Wiranto dan Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait.

Namun, tepat di tangga tribun seorang pria yang diduga anggota Paspampres menghalau Anies. Pria tegap berbaju gelap itu menjelaskan sesuatu kepada sang gubernur, sementara rombongan Jokowi terus berjalan ke podium.

Selang beberapa detik kemudian Anies terlihat berjalan kembali ke kursinya di tribun VVIP dengan mimik kecewa.

Insiden itu menjadi ramai karena Anies satu-satunya pejabat yang dilarang ikut ke podium. Padahal, pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Ditambah lagi, tim yang keluar sebagai juara pada pertandingan itu adalah Persija Jakarta.

Mulai netizen sampai Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah pun mengomentari video tersebut. Mereka menilai Anies mendapat perlakuan diskriminatif.

“Adegan ini kalau benar harus dijelaskan kepada publik oleh @KemensetnegRI . Kenapa gubernur DKI @aniesbaswedan Gak boleh ikut sementara pejabat Gak jelas pada ikut? Ahok aja diajak naik mobil RI1 padahal terdakwa…#NgawurKalian !!,” cuwit Fahri Hamzah di akun Twitter @Fahrihamzah, Minggu (18/2).

Sementara itu, Anggota Panitia Pengarah/Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Mukhamad Misbakhun berharap, publik bisa menyudahi polemik soal Paspamres yang menghalang-halangi Gubernur DKI Anies Baswedan saat hendak mendampingi Presiden Joko Widodo saat pemberian tropi juara di Piala Presiden 2018 di GBK Senayan.

Misbakhun yang menyaksikan insiden itu secara langsung di tribun VVIP meyakini tak ada unsur rekayasa apalagi kesengajaan yang bertendensi menzalimi Gubernut Anies.

“Paspampres tentu hanya menjalankan standard operating procedure (SOP) dalam menjalankan tugas sesuai yang diatur oleh protokoler yang sudah ada di protap,” ujar Misbakhun, Minggu (18/2).

Karena itu, Legislator Partai Golkar itu menambahkan, terlalu jauh jika persoalan protap pengamanan lantas diopinikan sebagai upaya menzalimi Anies. “Karena secara pribadi, Pak Jokowi dengan Mas Anies Baswedan tidak ada persoalan apa pun,” tegasnya.

Misbakhun menuturkan, dirinya duduk di deretan kursi VVIP tak jauh dari Presiden Jokowi ataupun Anies. Menurutnya, banyak momen yang menunjukkan Jokowi dan Anies sangat akrab.

Sebagai contoh, Presiden Jokowi langsung berdiri dan menyalami Anies saat Persija unggul 1-0 atas Bali United berkat gol Marco Simic. Kejadian itu langsung menuai tawa hangat dari tamu VVIP yang ada.

“Saya saksi mata banyak momen tersebut di stadion GBK saat final Piala Presiden 2018, baik itu saat di ruang tunggu maupun di bangku VVIP stadion,” tutur politikus yang dikenal getol membela Presiden Jokowi itu.

Bahkan, Misbakhun menyakini momen-momen keakraban Jokowi dengan Anies juga disaksikan para pejabat tinggi lainnya. Sebab, sejumlah pejabat seperti Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua DPD Oesman Sapta, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua BPK Moermahadi Soerja, Menkopolhukam Wiranto, Menpora Imam Nahrawi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan dan Wakapolri Komjen Syafruddin juga hadir menyaksikan final Piala Presiden 2018 dan duduk di kursi VVIP.

“Bahkan sebelum Presiden Jokowi turun ke lapangan, beliau lebih dulu mengucapkan selamat kepada Gubernur Anies karena Persija Jakarta menjadi juara setelah mengalahkan Bali United. Banyak sekali momen-momen penting di final Piala Presiden 2018 yang bisa menggambarkan bahwa semua berjalan dalam suasana yang sangat hangat dan penuh kekeluargaan,” pungkasnya.(dil/aim/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.