Nelayan dan Sopir di Tolitoli Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrim

0
190
Cuaca buruk, ombak besar terjadi di Pantai Lalos, Tolitoli. (Foto: Ahmad Hamdani)

TOLITOLI—Cuaca ekstrim dari negara tetangga, Australia terpapar hingga ke wilayah Timur Indonesia, termasuk di Kabupaten Tolitoli, Buol, Morowali, Morowali Utara, dan Banggai.

Dampaknya juga telah dirasakan warga kota cengkeh. Selain angin puting beliung, debit air laut dan sungai ikut naik lantaran hujan deras melanda beberapa minggu terakhir.

Mengantisipasi dampak terparah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan pasukannya di kawasan berpotensi bencana, hingga ke kecamatan-kecamatan di luar wilayah ibukota kabupaten.

“Yang paling kita wanti-wanti adalah para nelayan yang bekerja di laut, juga sopir rental rute Tolitoli-Palu maupun rute lain di Sulawesi Tengah. Kurangi kecepatan saat berkendara terutama di lintasan jalan antarkabupaten,” imbau Kepala BPBD Tolitoli, A. Usman, yang mengaku mendapat informasi cuaca ekstrim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulteng, belum lama ini.

Usman menyebutkan, sarana prasarana BPBD siaga 24 jam, termasuk personel yang bertugas di pos bencana, maupun po-pos yang ada di beberapa desa.

“Karena kita sudah mengetahui imbauan hingga 2 bulan ke depan cuaca ekstrim, makanya semua alat yang kita punya disiagakan, ambulance, perahu karet, water supply serta seluruh anggota standby 24 jam dan berjaga bergantian,” serunya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Tolitoli H. Abdul Rahman H, Budding mengakui bahwa bencana yang melanda Tolitoli disebabkan beberapa faktor. Di antaranya karena adanya kerusakan hutan, serta perilaku hidup warga Tolitoli yang masih suka membuang sampah di sembarang tempat seperti di parit, sungai, pinggir jalan. Padahal, lanjut Wabup, Pemkab Tolitoli melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Kebersihan telah menyiapkan tempat sampah di beberapa titik.

“Tugas untuk mengingatkan warga agar tidak buang sampah sembarangan bukan hanya pemerintah daerah, tapi semua pihak harus saling mendukung. Sampah tergenang salah satu penyebab terjadinya banjir,” pesan wabup.

Soal dampak kerusakan hutan, Wabup menyebutkan bahwa pernah terjadi banjir di Desa Sibaluton, Kecamatan Basi Dondo. Di desa tersebut hutan yang ada dibabat habis oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Karena itu, Wabup meminta kerja sama aparat pengamanan yakni TNI-Polri untuk terus bersama-sama mengantisipasi maraknya pengerusakan hutan.

Disinggung soal minimnya armada dan personel pasukan kuning-sebutan lain petugas penanganan sampah, wabup menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi sarana dan fasilitas yang dibutuhkan Dinas Kebersihan.

“Kita berharap, pemerintah daerah mampu mengupayakan penambahan armada penanganan sampah di Dinas Perumahan Rakyat. Supaya, penanganan sampah benar-benar maksimal, juga perlunya sosialisasi agar warga Tolitoli tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat,” pesan Wabup.(cr5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.