Sehari, Dua Lokasi di Pasar Manonda Terbakar

0
346
Pedagang Pasar Inpres Manonda yang berada di Jalan Bayam sedang mengambil barang yang tersisa dari kobaran api. (Foto: Wahono)

PALU – Saat azan Subuh berkumandang kemarin (18/2), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu menerima laporan masyarakat, bahwa si jago merah mengamuk di Pasar Inpres Manonda, Palu Barat, Kota Palu. Petugas pemadam kebakaran kemudian bergerak cepat menuju TKP.

Belum lama peristiwa kebakaran yang diperkirakan sekitar pukul 05.00 wita, kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 09.00 wita yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi pertama terbakar.

Informasi yang dihimpun di TKP, awal mula api berasal dari petakan penjual kain dan sandal, kemudian dengan cepat merembet ke lapak lainnya yang ada di sampingnya.

“Saat itu listrik sekitaran Jalan Bayam padam, dan saat menyala di situlah terlihat api yang cepat menyala, dan kemudian saya keluar dan minta pertolongan. Listrik langsung semua padam, kami juga langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran, dan api dengan cepat menjalar ke lapak di sekitarnya,” ungkap Hi Bota, yang mengaku pertama kali melihat peristiwa kebakaran sekitar pukul 05.00 Wita kemarin.

Saksi lainnya, Said (58), menyatakan kejadian tersebut diketahui ketika salah seorang rekannya menghubungi lewat telepon, pada saat tiba di TKP, api sudah mulai membesar serta warga sudah melakukan pemadaman dengan alat seadanya.

Sementara saksi lainnya, Hj Sumarni (38), melihat awal api sudah membesar di sekitar lapak milik Ati. Kemudian merambat ke lapak-lapak yang lain. Diketahui bahwa lapak di sekitar tempat jualan saksi terdapat cantolan listrik atau instalasi listrik.

Kedatangan petugas pemadam kebakaran di lokasi kebakaran, dengan menurunkan lima unit Mobil PMK Kota Palu, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 Wita. Sekitar pukul 05.15 wita, Dinas Pemadam Kebakaran  Kota Palu mengerahkan 5 unit armada untuk membantu melakukan pemadaman api. Sekitar pukul 06.00 wita api dapat dipadamkan.

Daton Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palu, Asbi, mengatakan pada saat adzan Subuh berkumandang, pihaknya menerima laporan bahwa ada mobil terbakar di dalam Pasar Manonda. Sehingga hanya mengarahkan 3 unit mobil yang berasa dari Palu Barat dan induk. Setelah tiba di lokasi dan diketahui yang terbakar adalah lapak penjual, barulah meminta bantuan unit lagi.

“39 personel dikerahkan, dengan menurunkan 4 unit mobil pemadam satu unit suplay air,” katanya yang ditemui usai memadamkan api di TKP.

Pantauan Radar Sulteng pascakebakaran, beberapa masyarakat terlihat mengumpulkan beberapa Alquran yang terbakar. Dengan mengali menggunakan kayu dan besi yang ada, Alquran dikumpulkan dan diamankan dengan diletakkan di tempat yang lebi tinggi. Dikumpul menjadi satu tempat.

“Saya bersama masyarakat disini amankan agar tidak terinjak, kan kasian, kitab suci,” kata seorang warga, Abubakar.

Sekitar pukul 09.00 Wita, api kembali menyala di tempat yang berbeda yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kebakaran sebelumnya. Pada salah satu tempat tinggal yang ada di dalam pasar milik petugas pengamanan pasar Abdul Fatah (53), yang dilihat pertama kalinya oleh Hj Hadrah (50), seorang penjual pakaian.

“Saat saya sedang mengatur barang jualan, ada sebuah asap muncul dari lorong atau tempat tidur milik petugas pasar, saya langsung memastikan asal asap dan api sudah menyala di dalam ruangan tempat tidur milik petugas pasar, saya langsung mencari pemiliknya, dan petugas pemadam kebakaran,” kata Hadrah.

Sekitar pukul 10.00 wita api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. “Saya masih di tempat kebakaran (pertama, red), dan dapat kabar tempat saya terbakar juga,” kata Abdul Fatah.

Sementara, saat suasana pedagang sedang sibuk memindahkan barang jualannya, petugas pasar dan pedagang sempat saling adu urat syaraf di Pos Penjagaan Pasar. Dan satu pedagang harus dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan perawatan, karena mengalami luka pada bagian kepala akibat benturan benda tumpul yang dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK).

Menurut data kepolisian jumlah lapak yang terbakar sekitar 50 unit terdiri dari 20 unit lapak terisi jualan berupa pakaian, sepatu, barang campuran, dan bahan pokok. Serta 30 unit yang masih dalam keadaan kosong. Sementara kerugian belum dapat ditafsirkan.

Kapolres Palu AKBP Mujianto, mengimbau kepada masyarakat Kota Palu agar lebih waspada lagi terkait adanya kasus kebakaran ini.  “ Diharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga, memelihara serta selalu waspada dari bencana kebakaran serta mengimbau warga masyarakat agar memeriksa jaringan listrik rumah maupun took. Dan apabila hendak membakar tumpukan sampah perhatikan dan jauhkan dari benda-benda yang mudah terbakar,” imbaunya . (who/umr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.