ESDM Minta Polda Teribkan Tambang Batu Gajah di Duyu

0
529

PALU – Keberadaan tambang batu gajah ilegal di kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga mendapat atensi dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah. Kepala Dinas ESDM, Ir Yanmart Nainggolan CES mengaku, dalam waktu dekat akan meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng untuk segera melakukan penertiban tambang ilegal tersebut.

Lokasi pengambilan batu gajah di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kamis (15/2) lalu. (Foto: Mugni Supardi)

Menurut Yanmart Nainggolan, berdasarkan keterangan Inspektur Tambang Dinas ESDM Sulteng Saleh Mohamad, terungkap pertambangan batu gajah yang sedang berlangsung di Kelurahan Duyu tidak memiliki izin resmi. Karena diketahui hingga saat ini wilayah pertambangan Kota Palu dan Kabupaten Donggala sementara dalam moratorium izin.

‘’Nanti secepatnya saya akan memanggil Pak saleh (Inspektur Tambang) untuk menindaklanjuti masalah tambang tersebut, sebelum nanti kami berkoordinasi dengan pihak Polda Sulteng,’’ terang Yanmart kepada Radar Sulteng via ponsel, Senin (19/2).

Semua tambang tanpa izin sama halnya PETI yang ada di Poboya dan penambangan lain tanpa izin. ESDM akan melaporkan ke Polda Sulteng bermohon untuk segera ditertibkan.

Sementara Kepala pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Tengah, Abdul Rahim menegaskan,   bila aktivitas tambang batu gajah tidak ada izin dari ESDM, maka otomatis aktifitas tambang tersebut dipastikan tidak memiliki Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Syaratnya jika pembahasan lingkungan tersebut sudah memiliki izin. Maka wajib untuk diteruskan pembahasan dokumen, jika tidak ada izinya maka proses pembahasan lingkungan batal. Selain izin pembahasan dampak lingkungan pun dapat dilihat dari tata ruangnya,” beber.

Sementara untuk kasus galian C batu gajah yang terjadi di Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga itu, apabila ada kegiatan galian dengan pengambilan batu gajah, secara tidak langsung akan berdampak pada lingkungan sekitar. “Biasanya kalau ada galian itu, akan berakibat adanya perubahan bentang lahan, yang mengakibatkan tidak stabilnya permukaan tanah. Kalau turun hujan air akan menjadi keruh akibat dari adanya gesekan tanah karena tidak rata,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah terkait aktifitas tambang baju gajah, Plh Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono mengungkapkan, saat ini pihak Polda Sulteng belum menerima informasi secara detail terkait hal tersebut. Namun demikian, terkait penyelidikan, akan dikumpulkan informasinya secara berjenjang, mulai dari tingkat Polsek dan Polres kemudian baru ditindaklanjuti Polda. “Memang kami memiliki Subdit Tipidter yang juga menangani kasus semacam ini. Tentu penyelidikan di lapangan nantinya akan melibatkan Polres maupun Polsek,” tandas Hery. (cr7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.