Pelajar di Poso Ini Jadi Pengedar Sabu

0
406

POSO– Satuan Narkoba Polres Poso berhasil menangkap 5 orang warga yang diduga sebagai pengedar Narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Poso, Sabtu (17/2).

Satu dari 5 orang warga yang diamankan tersebut masih di bawah umur dan berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah menengah atas (SMA). Pelajar yang diduga sebagai pengedar sabu ini berinisial SL (15), warga Desa Pandiri Kecamatan Lage. Sementara ke empat tersangka lain yang diringkus yaitu MF, RM, IF dan FN yang semuanya warga kecamatan Poso Kota Bersaudara.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto dikonfirmasi melalui AKP Abdullah Hasanuddin mengatakan, para tersangka yang ditangkap sebagian merupakan residivis dan pengedar sabu.

Ke 5 orang bisa ditangkap berdasarkan laporan masyarakat dan pengembangan pemeriksaan dari SL yang sudah diringkus sehari sebelumnya, Jumat (16/2). SL ditangkap karena terjaring razia polisi di jalan trans Desa Toinasa, kecamatan Pamona Barat.

“Ke 5 orang yang ditangkap masih dalam pengembangan pemeriksaan. Yang saya sayangkan ternyata salah seorang di antaranya merupakan pelajar dan masih berusia di bawah umur,” ungkap Abdullah.

Mengingat maraknya peredaran narkoba jenis sabu yang di Poso, Satnarkoba Polres Poso akan terus menggencarkan razia untuk mencari pemasok atau bandar besarnya. “Sampai hari ini (kemarin) sudah 9 orang warga yang kita tangkap dan sudah menjadi tersangka terkait narkoba. Mereka semua sudah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres untuk proses hukum selanjutnya,” tandas Abdullah.

Dari hasil pemeriksaan dan tes urin yang dilakukan polisi terhadap ke 5 orang tersangka yang baru ditangkap, semuanya dinyatakan positif konsumsi Narkoba. Bahkan dugaan sementara mereka memiliki jaringan hingga ke sejumlah wilayah di Poso, seperti di Tentena kecamatan Pamona Puselemba.

Saat penangkapan terhadap 5 tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa sabu dari tangan pelaku SL satu paket, MF seberat 0,13 gram, RM dan IF seberat 1,49 gram dan FN seberat o,15 gram. Selain babuk sabu, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti lainnya seperti hendphone dan alat hisap sabu (bong). Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ke 5 pelaku dijerat dengan pasal 112 dan 114 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun. (bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.