Pendangkalan Muara Sungai Poso Makin Meluas

0
254

POSO-Pendangkalan di muara sungai Poso semakin meluas dan menghawatirkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso melalui OPD terkait pun diharapkan segera bertindak untuk mengatasinya.

Dermaga TPI Poso yang kini mengalami pendangkalan. (Foto: Budiyanto)

Pantauan di lokasi, pendangkalan bukan hanya terjadi di muara sungai, melainkan sudah merambah naik ke hilir sungai hingga melewati dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berjarak lebih 500 meter dari titik muara. Sejumlah warga yang bermukim di seputaran muara sungai menyebut pendangkalan menyebabkan air sungai meluap ke pemukiman warga. Apalagi saat air laut pasang.

“Makin parah pendangkalannya. Apalagi sekarang musim hujan jadi tambah banyak dan luas timbunan pasirnya,” ungkap Joni (40). Joni dan warga lain berharap timbunan pasir yang membuat muara sungai dangkal segera dikeruk. Pengerukan diperlukan agar aktifitas masyarakat, khususnya nelayan, bisa berjalan lancar.

Usulan pengerukan pendangkalan muara sungai Poso juga disuarakan Sekretaris Forum Inkamina (komunitas kapal penangkap ikan berukuran di atas 30 GT) Sulteng, Asra. Endapan pasir tersebut kini telah mengakibatkan terjadinya pendangkalan muara sungai yang menyebabkan kapal motor penangkap ikan tidak bisa masuk bersandar untuk melakukan bongkar hasil tangkapan ikan di TPI.

Pendangkalan muara sungai Poso mengakibatkan kapal-kapal ikan membongkar hasil tangkapan di sembarang tempat. Itu disebabkan karena kapal tak bisa lagi masuk muara melakukan bongkar tangkapan di TPI. Selain menyulitkan kapal dan nelayan membongkar hasil tangkapan, kondisi tersebut juga diyakini berdampak pada berkurangnya jumlah pendapatan retribusi pemkab di TPI. Sebab diketahui TPI adalah aset milik Pemkab yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Poso.

“Ada 10 kapal ikan yang beroperasi di Poso. Dari jumlah ini paling hanya satu atau dua kapal yang bisa masuk membongkar hasil tangkapan di TPI. Sisanya terpaksa membongkar di tempat lain,” jelas Asra.

Lokasi pembongkaran alternatif berada tersebar di pelabuhan Poso, di pantai Lawanga, Pantai Kanawu di Madale, dan pantai Kayamanya. Menurut Asra, karena pendangkalan muara sungai, jadwal waktu kapal bisa bersandar di TPI menjadi sangat terbatas, yakni hanya sekitar tiga jam antara pukul 09.00-12.00 wita. Sebelum dan sesudah jam itu kondisi air laut di muara sudah surut dan dangkal. “Cuma tiga jam itu saja air pasang dan kapal bisa masuk ke TPI,” ungkapnya.(bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.