Pansus Tolak Hapus Pasal Larangan Mempekerjakan Penderita HIV/AIDS

0
750

PALU – Meski disebut bersikap diskriminatif terhadap penderita HIV/AIDS, namun Panitia Khusus (Pansus) DPRD Palu Palu menolak untuk menghapus salah satu pasal dari Raperda yang melarang pemilik hotel dan pengelola tempat hiburan untuk mempekerjakan orang yang terjangkit HIV/AIDS dan IMS.

Ilustrasi (Source: jpnn.com)

Padahal saran dari bagian hukum dan Dinas Kesehatan, aturan yang memuat larangan untuk mempekerjakan penderita HIV/AIDS di hotel dan tempat hiburan, agar dihapus.

Menurut Kadis Kesehatan dr Royke Abraham jika aturan tersebut tidak dihapus, maka akan menjadi alasan bagi perusahaan-perusahaan untuk melakukan tes HIV/AIDS terhadap calon karyawan.

“Jika aturan ini tidak dihapus maka orang yang telah terjangkit HIV/AIDS yang melamar untuk menjadi Office boy hingga resepsionis tidak boleh dipekerjakan dan tempat hiburan,” kata Royke.

Sementara Bagian Hukum Pemkot menyatakan diaturan mempekerjakan penderita HIV/AIDS seperti yang termuat dalam Pasal 16 ayat 2 dari Raperda Penanggulangtan HIV/AIDS akan menimbulkan multitafsir jika sudah diterapkan.

Namun Pansus Raperda HIV/AIDS seperti Muhammad Rum SH MH menyatakan supaya pasal tersebut untuk tidak dihapus. “Sebab semangat kita adalah mencegah penularan HIV/AIDS dengan membatasi terjadinya penularan HIV/AIDS,” kata Rum.

Dari penuturan Rum, kekhawatiran dari Pansus bahwa jika para penderita HIV/AIDS dipekerjakan, maka mereka akan menularkan kepada orang lain. Pansus tetap bersikukuh untuk menerapkan aturan meski Dinas Kesehatan sudah menyatakan bahwa yang tidak boleh dipekerjakan adalah orang yang menyediakan jasa sex. Bukan orang yang mau bekerja sebagai office boy atau Resepsionis.(zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.