Panwas Parimo Kabulkan Sebagian Gugatan ANNAS

0
1019

PARIMO-Sebagian gugatan pasangan Anwar H Moh Saing-Asrudin (ANNAS) sebagai bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati lewat jalur independen, ternyata dikabulkan oleh Panwaslu Kabupaten Parimo.

Aksi damai pendukung ANNAS mendapatkan penjagaan polisi, Jumat (23/2). (Foto: Iwan Rusman)

Pada Jumat (23/2) Panwaslu mengabulkan sebagian permohonan pemohon ANNAS yang beberapa waktu lalu dinyatakan tidak lolos oleh KPU Parimo menjadi peserta pemilihan bupati dan wakil bupati 2018.

Ada dua tuntutan pihak ANNAS, pertama mereka meminta verifikasi faktual dilaksanakan kembali dan meminta agar ditetapkan sebagai peserta pemilihan bupati dan wakil Parimo 2018.

Sesuai dengan hasil penanganan laporan pasangan tersebut, yang dibacakan oleh ketua Panwaslu Parimo, Muhlis Aswad menyatakan bahwa secara hukum proses Verifikasi Faktual yang dilaksanakan KPU Parimo terhadap dokumen hasil perbaikan satu pemohon, bertentangan dengan undang-undang  nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah penggantian undang-undang nomor 1 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota menjadi undang-undang.

Kemudian, memerintahkan KPU Membatalkan berita acara rekapitulasi dukungan perbaikan bakal pasangan calon perseorangan dalam pemilihan bupati dan wakil di Parimo.

Tidak hanya itu, KPU juga diperintahkan untuk melakukan verifikasi faktual kembali terhadap dokumen syarat dukungan, hasil perbaikan pencalonan perseorangan pemohon.

Menurut Muhlis, sesuai pasal 144 dalam UU tersebut, KPU Parimo harus menindaklanjuti keputusan Panwas. Ia menjelaskan. KPU masih mempunyai jalan, ketika memprotes keputusan tersebut dalam durasi waktu tiga hari.

“Terlepas dari itu, mereka wajib melaksanakan apa yang telah menjadi keputusan. Jika tidak dilakukan konsekuensinya ada di KPU,” tandasnya.

Dari fakta tersebut KPU dianggap tidak maksimal dalam melakukan verifikasi faktual.

Sementara, menurut Anwar Saing, hal ini membuktikan keputusan persidangan yang dilaksnakan Panwaslu mengungkap adanya persoalan menyangkut verifikasi faktual oleh KPU.

“Selanjutnya kami menunggu pleno KPU dan akan berkoordinasi dengan tim kami,”ujarnya.

Sekadar diketahui, pada pembacaan putusan tersebut ratusan pendukung, simpatisan pasangan ANNAS juga melakukan aksi damai meminta agar Panwaslu memberikan keadilan. (iwn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.